Dimasuki Air Laut, 80 Hektar Padi di Desa Bina Maju Mati
Puluhan hektar sawah dari program cetak sawah di Desa Bina Maju, Kecamatan Rangsang Barat terancam gagal tanam.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: M Iqbal
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Guruh BW.
TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Puluhan hektar sawah dari program cetak sawah di Desa Bina Maju, Kecamatan Rangsang Barat terancam gagal tanam.
Pasalnya, puluhan hektar sawah tersebut terendam air asin saat pasang laut tiba.
Akibatnya, sejumlah sawah yang terdampak air asin di desa tersebut dibiarkan terbengkalai.
Diduga para petani tidak ingin menanggung kerugian, padahal, Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) menargetkan proses tanam padi selesai pada November ini.
Sabani, Kepala Desa Bina Maju saat dikonfirmasi, Rabu (23/11/2016) mengatakan, sawah yang terendam air asin di desanya mencapai 80 hektar.
Sejumlah petani sempat berulang kali mencoba untuk menanaminya, namun tanaman padi selalu mati setiap kali ditanam.
"Kalau sawah yang tidak terkena air asin, padinya bagus dan subur. Padahal kami sudah berulang kali sampaikan ke pemrintah untuk segera menormalisasikan tanggul air asin," ujar Sabani.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sawah-kena-banjir-di-rohul_20160211_191720.jpg)