Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Stadion Utama Riau, Ibarat Sawit Mestinya Sudah Berbuah

Pembayaran utang Stadion Utama Riau kepada pihak konsorsium memang masih belum bisa dipastikan akan dianggarkan pada APBD Riau 2017

Penulis: Aan Ramdani | Editor: Sesri
TribunPekanbaru/TheoRizky
Tulisan pada gerbang Stadion Utama Riau, Pekanbaru sudah tidak utuh lagi, Rabu (16/3/2016). Keadaan yang sudah berlangsung lama tersebut masih belum mendapat perhatian, begitu juga dengan kawasan stadion utama yang cukup memperihatinkan, seperti sarana yang sudah rusak dan banyaknya tumbuhan liar. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Pembayaran utang Stadion Utama Riau kepada pihak konsorsium memang masih belum bisa dipastikan akan dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2017.

Namun, saat ini Pemerintah Provinsi Riau tetap berupaya menyelesaikan pembayaran utang tersebut.

"Mudah-mudahan, karena memang secara aspek kepemilikan hanya sedikit kita masih terhutang baik mainstadium dan infrastruktur. Saat ini masih dalam proses harmonisasi penyelesaian persoalan ini," jelas Sekertaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, Jumat (25/11/2016).

Lebih lanjut dikatakanya, saat ini masih dilakukan mediasi oleh Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).

"Ditunggu saja proses ini berjalan, sehingga proses hutang pihutang ini dapat terselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku, itu prinsifnya," jelas Sekda.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, Doni Afrialdi menjelaskan Pemerintah Provinsi Riau juga intens rapat dan membahas persoalan ini.

"Saya sudah mengikuti rapat dengan Adi Karya, sebagai mediator dari Kejaksaan kemudian dari DPRD Riau dan termasuk pak Sekda. Yang pada intinya Pemerintah Daerah mengakui memang masih ada hutang. Namun, Stadion ini sudah diserahkan ke Riau dalam hal ini Dispora," jelasnya.

Dengan demikian menurutnya, semua mulai dilakukan dengan pembersihan dan perawatan terhadal gedung yang digunakan untuk pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2012 lalu.

"Makanya, kita mulai bersihkan dan rapihkan supaya kita tahu semua bahwa potensi gedung ini sangat luar biasa dan ini kebanggaan bagi masyarakat Riau yang sudah empat tahun terbiarkan maka oleh karena itu kita akan menggunakan ini dan mencari pihak ketiga yang juga harus memakai ini untuk iven-iven internasional dan nasional,"paparnya.

Menurutnya, kedepan akan disampaikan kepada Mentri bahwa manti Stadion ini siap untuk dipakai sehingga ada manfaat.

"Sekarang tinggal lampu dan nanti tentu akan kita selesaikan semua termasuk kebersihan sudah mulai bagus dan sudah kita lihat dan insya Allah di APBD-Perubahan 2017 ini semua selesai," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan pria yang akrab disapa Doni ini mengatakan meskipun utang dalam proses, stadion tidak boleh ditelantarkan dan harus tetap dimanfaatkan.

"Ini aset pemda dan ini harus dijaga cukuplah 4 tahun terabaikan, kalau sawit mungkin sudah berbuah," tuturnya.

Sementara itu, DPRD Riau sangat sepakat jika Stadion Utama Riau tersebut diselesaikan dan dimanfaatkan. Namun, memang perlu dasar hukum yang jelas sehingga tidak ada resiko hukum yang ditimbulkan kemudian lagi.

"Kenapa selama ini tidak dibayarkan dan kita tidak setuju dianggarkan karena masalah aturan. Saat ini masih dalam pembahasan bersama dengan Kejaksaan Agung dalam hal ini jaksa pengacara negara," jelas Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved