Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kerap Dihadang, Djarot: Sabar Juga Ada Batasnya

Pilkada harusnya dijadikan cara untuk memberikan pendidikan politik bagi para warga yang tidak mengerti aturan

Editor:
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ditolak kehadirannya oleh warga Kampung Nelayan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (3/11/2016). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Djarot Saiful Hidayat menyebut kesabaran ada batasnya.

Hal tersebut menyikapi aksi pengadangan yang kerap terjadi terhadap dirinya dan Basuki Tjahaja Purnama saat berkampanye.

"Diadang berapa kali pun kami sabar, karena kami taat hukum. Tapi, sabar itu juga ada batasnya," kata Djarot di Jalan Swasembada Barat, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (26/11/2016).

Untuk itu, ia pun melawannya dengan membawanya ke ranha hukum.

"Biar pak Polisi, Panwaslu, Bawaslu dan Jaksa yang menyelesaikannya," katanya.

Pilkada harusnya dijadikan cara untuk memberikan pendidikan politik bagi para warga yang tidak mengerti aturan hukum.

"Dengan Pilkada, kita bisa mendewasakan proses demokrasi," imbuhnya.

Tak ayal imbauan diberikan kepada warga yang mayoritas dihuni dari pendukung partai Banteng bermoncong putih itu.

"Makanya di sini katanya kandangnya banteng. Masih? Tetapi kalau ada calon lain masuk ke sini boleh," ucap Pria kelahiran Magelang itu kepada warga.

Pria berkumis tebal itu berpesan kepada para pendukungnya untuk tidak melakukan penolakan bila ada pasangan calon lain datang ke wilayah mereka.

"Ibu-ibu, bapak-bapak di sini, siapa pun boleh datang jangan dihadang ya, meskipun di sini pendukung Basuki-Djarot, tidak boleh ya pasangan lain ditolak," tutur Djarot.

Sebelumnya, Djarot kembali ditolak warga saat blusukan ke Jalan Administrasi II RT 009/012 Kelurahan Petamburan Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016). (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved