Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Saat ini tato Dimanfaatkan untuk Seni dan Inspirasi, Jangan Samakan dengan Preman

Ketika seseorang menato tubuhnya harus datang ke tempat outlet tato yang benar-benar profesional.

Penulis: | Editor: M Iqbal

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Zul Indra

TRIBUNPEKABARU.COM, PEKANBARU -Sebuah media online Pekanbaru memberitakan bahwa seorang wanita tengah dibegal oleh seorang pria bertato di Jalan Riau beberapa waktu lalu. Mendengar berita tersebut, Adnan Fadli dari Studio Tattoo Four Teen menyayangkannya. Menurut pria yang akrab disapa Pay itu, orang bertato jangan dijadikan imej negatif oleh masyarakat.

"Saya menyayangkan hingga saat ini imej orang bertato itu identik dengan kejahatan. Memang sih pada tahun 90-an orang bertato itu dijuluki dengan premanisme. Tapi saat ini, tato itu  dimanfaatkan untuk seni dan inspirasi,"ucapnya.

Pay merasa riskan, ketika ada seseorang bertato berbuat kejahatan maka beritanya akan dibesar-besarkan. Namun saat ada komunitas tato melakukan bakti sosial atau sejenisnya, maka kabar tersebut tidak akan terdengar gaungnya.

"Sebenarnya untuk kami yang benar-benar hobi seni ini, tato bukan hanya sekadar goresan tinta dan warna, namun merupakan doa, motivasi, inspirasi dan kepercayaan diri. Saat pelanggan ditato merasa tidak puas, kita juga merasa bersalah, tak hanya sama mereka, namun juga pads tuhan.Kita tidak akan menato seseorang jika gambar yang mereka minta tersebut tidak ada makna baginya atau hanya sekadar hobi saja. Jadi harus ada cerita dibalik tato yang dibuat,"paparnya.

Dijelaskan Pay, ketika seseorang menato tubuhnya harus datang ke tempat outlet tato yang benar-benar profesional, memiliki pengalaman dan terpenting alat-alat yang digunakan harus sesuai standar kesehatan.

"Kita yang benar-benar seniman tato ini harus memiliki pengalaman dalam menato orang. Selain itu, yang terpenting adalah standar alat-alat yang digunakan harus sesuai dengan kesehatan. Contohnya jarum suntik yang digunakan benar-benar masih tersegel. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan dan menyebabkan penyakit-penyakit menular, seperti yang dikawatirkan masyarakat selama ini,"ungkapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved