Selasa, 21 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

NEWS VIDEO

VIDEO: Pegawai RSUD Arifin Achmad Mogok, Banyak Pasien Memilih Pulang

Aksi demo dan mogok kerja yang dilakukan ratusan pegawai menyebabkan pelayanan dirumah sakit menjadi tidak maksimal.

Penulis: David Tobing | Editor: Sesri

Laporan videografer Tribunpekanbaru.com, David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi demo dan mogok kerja yang dilakukan ratusan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru pada Senin (5/12/2016), menyebabkan pelayanan dirumah sakit menjadi tidak maksimal.

Sejumlah pos pelayanan di RSUD kosong oleh sejumlah pegawai yang melakukan aksi hari itu.

Akibatnya, banyak pasien yang hendak berobat dirumah sakit tersebut tidak terlayani dengan baik.

Minarti (56), salah satu keluarga pasien hari itu hendak membawa suaminya yang mengenakan kursi roda untuk menjalani terapi rutin di RSUD Airifin Ahmad.

Baca: Huuuuuuu. .Sorak Seratusan Pegawai RSUD AA Saat Melihat Kehadiran Kepala BKD Riau

Baca: VIDEO: Tuntut Pembayaran TPP, Ratusan Pegawai RSUD Arifin Achmad Kembali Mogok Kerja

Namun, setelah menunggu lebih kurang satu jam lamanya tidak kujung ada pelayanan medis yang didapatkannya.

Sedikit kecewa, wanita paruh baya itu pun memutuskan untuk pulang dan menunda pengobatan untuk suaminya.

Baca: Begini Ekspresi Kekecewaan Pegawai RSUD Arifin Achmad Dalam Tulisan

"Suami saya mau terapi. Pegawainya lagi pada demo, jadi besok saja,"ujar wanita paruh baya itu sembari berlalu bersama petugas yang membantu mendorong kursi roda suaminya.

Pegawai RSUD yang melakukan aksi demo dan mogok kerja hari itu sebelumnya juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat lantara pelayanan yang tidak maksimal.

Permohonan maaf itu disampaikan oleh para pegawai yang berdemo dengan memajang sebuah spanduk bertuliskan "Mohon Maaf Kepada Masyarakat, Pelayanan Hari ini Kurang Maksimal,"begitu tulisan permohonan maaf yang mereka buat.

Sebagiaman diketahui, aksi demo dan mogok kerja yang dilakukan pegawai rumah sakit plat merah itu merupakan buntuk belum dibayarkannya uang Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP) dan jasa pelayanan kepada pegawai medis RSUD.

Mereka menuntut uang jasa pegawai dari bulan Januari-Desember segera dibayarkan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved