Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Murid SD Ditikam di NTT

Massa Kepung Mapolsek Sabu Minta Pelaku Penikam Murid SD Dikeluarkan untuk Dihakimi

Massa mengepung Mapolsek Sabu, Selasa (13/12/2016) siang. Mereka mendesak polisi agar pelaku yang sementara ditahan agar dikeluarkan untuk dihakimi

Editor: harismanto
Internet
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit
TRIBUNPEKANBARU.COM, OELAMASI - Massa mengepung Mapolsek Sabu, Selasa (13/12/2016) siang. Mereka mendesak polisi agar pelaku yang sementara ditahan di sel Mapolsek Sabu dikeluarkan untuk dihakimi massa.

"Aduh Pak Wartawan, ini ribuan massa sudah datang kepung Mapolsek Sabu, minta polisi serahkan pelaku kepada mereka," lapor Ama Lodo melalui telepon genggamnya, Selasa siang.

Ia menyebutkan tampak Wabup Sabu dan Kapolsek Sabu, Kompol Sikvenson Weo Mata, sedang berupaya membujuk dan menenangkan massa.

"Katanya baru satu orang yang ditangkap dan diamankan di sel. Yang lain sudah melarikan diri dengan kapal cepat ke Kupang," jelasnya.

Ia mengatakan ada tujuh pendatang yang berjualan mangkuk dan piring kaca dan keramik di Kota Seba dan sekitarnya selama hampir sepekan.

"Salah satu pedagang mangkuk itu yang kini ditangkap karena tikam dan sayat leher anak-anak sekolah," paparnya.

Kapolsek Sabu, Kompol Sikvenson Weo Mata, yang dihubungi melalui telepon genggam, membenarkan massa sedang terkonsentrasi di Mapolsek Sabu.

"Saya sedang tenangkan mereka. Saya bujuk mereka jangan bertindak anarkis. Percayakan masalah ini kepada polisi untuk diselesaikan menurut hukum yang berlaku," jelasnya.

Ia menjelaskan satu orang tersangka sedang diamankan dalam sel Mapolsek Sabu Barat.

"Kami belum ambil keterangan dari tersangka pelaku untuk mengetahui motifnya. Sebab kami masih sibuk menghalau dan menenangkan massa," jelasnya dari balik telepon genggamnya.

Sebelumnya, seorang pria tak dikenal sekitar pukul 08.50 Wita masuk dan menyerang siswa di dalam kelas di SDN 1 Seba, sekitar 9 orang dikabarkan terluka akibat terkena sennjata tajam yang digunakan korban (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved