Selama Operasi Lilin, DPRD Minta PLN Hidupkan Lampu Jalan Cegah Kejahatan
Selama digelarnya Operasi Cipta Kondisi dan Operasi Lilin, oleh kepolisian dan pihak terkait lainnya, tentunya perlu dukungan penuh dari manajemen PLN
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Selama digelarnya Operasi Cipta Kondisi dan Operasi Lilin, oleh kepolisian dan pihak terkait lainnya, tentunya perlu dukungan penuh dari manajemen PLN.
Terutama dukungan menghidupkan lagi lampu jalan (PJU/penerangan jalan umum), yang dipadamkan di beberapa jalur utama dan ramai arus lalulintas. Hal ini untuk mengantisipasi tindak kejahatan selama operasi pihak kepolisian tersebut.
Anggota Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru Herwan Nasri ST, Senin (19/12/2016) mengatakan, permintaan untuk menghidupkan lampu jalan tersebut, sangat rasional. Apalagi belakangan terjadi aksi jambret di jalur jalan tanpa penerangan listrik tersebut.
Seperti halnya Jalan SM Amin, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Soebrantas Panam, Terminal AKAP, serta di sejumlah kawasan lainnya. "Kita minta di titik rawan jambret polisi lebih rutin berpatroli," harapnya kepada Tribunpekanbaru.com.
Lebih dari itu, Herwan yang juga anggota Komisi IV ini meminta, meski Pemko masih menunggak Rp 19 miliar PJU ini, tapi paling tidak lampu jalan tersebut bisa dihidupkan lagi selama operasi Cipta Kondisi dan Operasi Lilin. Apalagi sampai sekarang, lampu jalan tersebut masih padam.
"Ini akan untuk kepentingan masyarakat. PLN harus rasional juga. Jangan mau untungnya saja, karena jalan gelap rawan aksi kejahatan," tegasnya.
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/razia-giat-cipta-kondisi-dumai_20161016_115424.jpg)