Honor Guru PDTA dan Madrasah Tak Dianggarkan, Komisi II Ancam Tolak RAPBD-P

Pemerintah Kabupaten Kampar telah menyerahkan naskah Rancangan APBD Perubahan 2016 ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Honor Guru PDTA dan Madrasah Tak Dianggarkan, Komisi II Ancam Tolak RAPBD-P
www.tribunpekanbaru.com

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Pemerintah Kabupaten Kampar telah menyerahkan naskah Rancangan APBD Perubahan 2016 ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

RAPBD-P ini ternyata tanpa Honor Guru Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA) dan Madrasah.

Hal ini disorot oleh Komisi II dan disampaikan dalam Pandangan Umum terhadap RAPBD-P.

"Kita tidak menemukan anggaran Honor Guru PDTA dan Madrasah," ungkap Anggota Komisi II, Syahrul Aidi, Selasa (20/12/2016).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengemukakan, Honor baru dianggarkan untuk sembilan bulan pada APBD Murni 2016. Sedangkan sisa tiga bulan lagi, kata dia, seharusnya dimasukkan dalam APBD-P.

Syahrul menjelaskan, anggaran ini dialokasikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kampar. Secara lisan, hal ini sudah disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Ia menegaskan, honor ini harus dianggarkan. Ia bahkan mengancam, Komisi II bakal menolak RAPBD-P jika honor tetap tidak dianggarkan.

"Ya, jadinya gitu (menolak RAPBD-P) kalau nggak dianggarkan. Gimana lagi?," tandasnya. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved