Siak
Fitra Riau dan Pemkab Siak Bahas APBD Pro Terhadap Hutan dan Lahan
Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) Riau menggelar diakusi publik bersama Pemkab Siak, Kamis (22/12/2016)
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Sesri
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Mayonal Putra
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) Riau menggelar diakusi publik bersama Pemkab Siak, Kamis (22/12/2016) di aula Hotel Grand Royal, Siak. Diskusi tersebut membahas tentang APBD pro terhadap hutan dan lahan di Kabupaten Siak.
Diskusi ini diisi oleh Asisten I Setdakab Siak Fauzi Azni dan pihak Fitra Riau Triono Hadi. Meski kegiatan molor dari jadwal yang ditentukan, namun diskusi tampak masih menarik. Sejumlah peserta yang memang tidak memenuhi ruangan diskusi juga tampak bertahan kala Fauzi Azni sedang menyajikan materinya.
Dalam diskusi tersebut, Fauzi Azni menyinggung program kesiapan Pemkab Siak menjadi kabupaten hijau. Justru ia menyebut Siak menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mempunyai program menjadi kabupaten hijau.
"Jadi untuk itu, kita masih meraba-raba. Hanya kitalah yang berani membuat program menuju kabupaten hijau," kata dia.
Menariknya, Fauzi Azni juga menyebut pihaknya membuat program menuju kabupaten hijau tidak membuat alokasi anggaran dalam APBD, namun, setiap kegiatan tetap saja ada anggarannya.
"Karena sudah tertanam dengan sendirinya, pohon-pohon, kita hanya perlu menjaga agar jangan ada penebangan," kata dia.
Bukti Siak berpihak kepada lingkungan, Fauzi juga menyebut Siak mempunyai beberapa kawasan hijau yang menjadi aset penting bumi. Seperti lingkungan hijau hutan kota Siak, taman di kota Siak Sri Indrapura, Tahura Sultan Syarif Hasyim Minas, cagar biosfer Giam Siak Kecil, dan Taman Nasional Zamrud, Dayun.
Untuk cagar biosfer Giam Siak Kecil bagian wilayah Siak seluas 36.424,41 Ha dari luas keseluruhan yakni 665.273,39 Ha. Ia juga mengakui yang sudah dirambah secara illegal di bagian Siak sekas 3.000 Ha.
Tidak hanya itu, Pemkab Siak juga mempunyai lokasi sekat kanal sebanyak 240 lokasi di 27 kampung dalam 12 kecamatan.
"Dari luasan bentangan alam di Siak sebanyak 27,78 persen adalah lahan HTI. Biarlah ini menjadi lahan HTI karena juga ada manfaatnya, namun yang kain jangan jadikan lahanya menjadi areal HTI lagi," kata dia. (*)
Baca Selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/forum_diskusi_siak-fitra-riau_20161222_104935.jpg)