Riau Selalu Defisit, Biaya Pelayanan Kesehatan Capai Rp 1,03 Triliun

Realisasi biaya pelayanan kesehatan yang terserap untuk melayani JKN KIS di Riau melebihi jumlah iuran yang diterima.

www.tribunpekanbaru.com

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Afrizal

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Realisasi biaya pelayanan kesehatan yang terserap untuk melayani JKN KIS di Riau melebihi jumlah iuran yang diterima.

Bila biaya pelayanan kesehatan yang terserap sudah mencapai Rp 1,03 triliun lebih, realisasi penerimaan iuran hanya Rp 842,29 miliar per November 2016.

"Kalau Riau ini kondisinya defisit. Antara biaya untuk pelayanan kesehatan dengan penerimaan iuran, lebih besar pelayanan kesehatan," ujar Kadivre II BPJS Kesehatan, Hidayat Sumintapura.

Jumlah realisasi penerimaan iuran saat ini, lanjutnya setara dengan 89,66 persen dari target Rp 959,43 miliar tahun ini.

Dituturkan meskipun sisa satu bulan, pihaknya tetap optimis untuk target penerimaan iuran bisa tercapai akhir tahun ini.

Namun, meskipun tercapai, kondisi khusus Riau tetap defisit karena bulan ini juga ada pelayanan kesehatan yang harus dibayarkan.

Saat ini, dari 3.307.292 penduduk Riau, baru terdaftar 85,36 persen saja. Jumlah peserta terbanyak berasal dari
Pekerja Penerima Upah sebanyak 1.068.936 peserta.

Sementara peserta mandiri atau bukan penerima upah 488.850 peserta. Untuk peserta dari kalangan Bukan Pekerja 46.696 orang sementara PBI (penerima Bantuan Iuran) 325.627 peserta.

Untuk fasilitas kesehatan di Riau saat ini, ditingkat pertama berjumlah 526 faskes yang terdiri dari puskesmas, klinik pratama, klinik 24 jam hingga klinik TNI dan klinik Polri.

Sedangkan fasilitas kesehatan tingkat lanjut ada 47 berupa rumah sakit dengan tipe tertinggi Tipe B.

Halaman
12
Penulis: Afrizal
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved