Siak Menjadi 'Magnet' Saat Libur, Kawasan Komplet di Tepian Sungai

Di sepanjang turap disediakan kursi, lantai yang lapang untuk berkreatifitas, dihiasi taman bunga dan lampu-lampu.

Siak Menjadi 'Magnet' Saat Libur, Kawasan Komplet di Tepian Sungai
TribunPekanbaru/Mayonal Putra
Tugu penyerahan kedaulatan kerajaan oleh Sultan Syarif Kasim II kepada presiden RI Ir. Soekarno pada 1946 silam berdiri megah di lapangan Siak Bermadah, depan istana Siak dan di tepian sungai Siak. Tugu ini berbahan perunggu dibuat oleh seniman asal Jogyakarta. 

 
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK  -Kabupaten Siak mulai menjadi 'magnet' bagi masyarakat Provinsi Riau kala hari-hari libur. Tidak terkecuali libur tahun baru 2017 ini.

Kawasan istana Siak dan tepian Sungai Siak menjadi pusat keramaian wisatawan lokal. Selain istana yang  menjadi ikon wisata di Siak, Pemkab Siak juga sudah merampungkan pembangunan turap bandar sungai jantan, yang menjadi pendestrian paling mengagumkan di Riau.

Sepanjang 885 meter, turap terhampar di tepian sungai dari depan klenteng hingga Masjid Syahbuddin. Di sepanjang turap disediakan kursi, lantai yang lapang untuk berkreatifitas, dihiasi taman bunga dan lampu-lampu.

Paling mutakhir adalah kawasan di tepian sungai depan Istana Siak. Di sudut muara anak sungai ada gazebo unik dengan kubah berwarna putih. Sedangkan di bagian lapangan Siak Bermadah juga ada tulisan besar Siak Sri Indrapura, yang memancarkan cahaya di malam hari. Lokasi ini sangat padat pengunjung saat hari libur.

Lokasi ini  paling diburu wisatawan lokal untuk  mengambil latar dalam sebuah sesi pemotretan. Di seberang sungainya juga memancar cahaya lampu-lampu jembatan kupu-kupu, yang menyempurnakan kelap- kelip cahaya di kota bekas kerjaan Siak itu.

Pendestrian baru di Siak Sri Indrapura itu semakin komplit dengan kawasan Istana, air mancur bergoyang, masjid Syahbuddin, serta lapangan dan panggung Siak Bermadah. Satu yang paling baru di lapangan ini adalah tugu dengan lambang kerajaan. Tugu tersebut merupakan gambaran sejarah penyerahan kedaulatan kerajaan Siak oleh Sultan Syarif Kasim II kepada presiden RI Ir. Soekarno tahun 1946 silam.

"Di puncak itu lambang kerajaan Siak, yang terbuat dari perunggu. Di lingkaran bagian bawah ada relief yang menceeritakan perjuangan Sultan Syarif Kasim II sejak kecil hingga menempuh perjuangan dan ikut serta dalam perjuangan kemerdekaan RI," ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Siak, Irving Kahar, Senin (2/1/2017).

Tugu yang tampak ciamik dengan istana Matahari Timur itu dibuat oleh perupa Himawan Dwi Prasetyo, lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Hery Maizul, lulusan Seni Patung ISI Yogyakarta dan Dwi Kustianingrum, arsitektur lulusan ITB Bandung. 
Tugu ini dibuat dengan dimensi patung 3,5 x 4 meter berbahan perunggu.

"Mengenai anggaran pembuatannya saya lupa, namun sepaket dengan keseluruhan pembangunan turap tahap III," kata dia.

Informasi yang dihimpun Tribun, anggaran untuk pembangunan turap tepian bandar sungai jantan tahap III itu menelan APBD Siak tahun 2016 sebanyak Rp 36 miliar. Pembangunannya komplit dengan pembangunan tugu, perombakan panggung, lantai lapangan Siak Bermadah dan tulisan Siak Sri Indrapura berbahan stainless dan acrylic.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved