Mengapa Kesepian Lebih Terasa Pada Malam Hari?

“Memiliki sahabat dan keluarga yang hangat bisa membuat hidup Anda lebih berarti, meskipun Anda tak memiliki pasangan

Mengapa Kesepian Lebih Terasa Pada Malam Hari?
MARTINJCLEMENS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seharian bekerja dan bertemu banyak orang. Kemudian, Anda pulang ke rumah dan merasa sendiri karena tentu saja Anda masih melajang. Lalu, mengapa Anda merasa benar-benar begitu sepi ketika waktu malam menepi?

Menurut Amy Banks, seorang psikiater dan pendiri komunitas Jean Baker Miller Institute di Wellesley College, kondisi tubuh yang telah menurun membuat Anda lebih peka pada emosi negatif yang menyerang pikiran Anda.

Banks yang juga menulis buku Wired to Connect menjelaskan bahwa kesepian tidak melulu karena Anda tidak memiliki pasangan, tetapi lebih kepada kondisi tidak terhubung dengan siapa pun.

“Memiliki sahabat dan keluarga yang hangat bisa membuat hidup Anda lebih berarti, meskipun Anda tak memiliki pasangan,” terang Banks.

Kesepian, kata Banks, terjadi karena tiga penyebab.

Pertama, Anda tidak merasakan bentuk emosi bernama zest, yakni energi yang menyala dalam tubuh Anda ketika membicarakan topik menarik dan lucu dengan sahahabat atau keluarga.

Kedua, Anda terjebak dalam kondisi tidak percaya diri terhadap lingkungan sekitar. Anda tidak mempercayai teman, rekan kerja, dan hubungan yang tidak lagi membuat Anda bersemangat.

Ketiga, Anda tidak menilai diri sendiri dengan baik dan tinggi.

Ketidakhadiran tiga hal itu menciptakan sela kosong dalam hati yang membebani pikiran Anda sehingga Anda pun merasa kesepian dan semakin tersiksa saat malam datang.

Banks menjelaskan rasa kesepian tidak dicetuskan karena tidak memiliki pasangan, tetapi lebih kepada tidak memiliki sahabat, rekan kerja yang inspiratif, dan keluarga yang menjadi sistem pendukung keseluruhan hidup Anda.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved