Safrin Kaget Dirinya Dinyatakan Positif Gunakan Doping di PON 2016

Safrin mengaku dirinya tidak pernah memakai doping dan tidak mungkin dirinya mau menggunakan doping.

Desain Tribun Pekanbaru

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Rino Syahril

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Atlet menembak Riau Riau Safrin Sihombing yang meraih 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat mengaku kaget dirinya dinyatakan positif menggunakan doping oleh Pengurus Besar (PB) PON.

Menurut Safrin, dirinya tidak pernah memakai doping dan tidak mungkin dirinya mau menggunakan doping. "Saya ini pemegang rekor nasional dan tidak mungkin saya menggunakan doping," ujar Safrin.

Untuk keterangan lebih lanjut kata Safrin langsung saja ke Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau, Emrizal Pakis. "Saya belum mau berkomentar banyak dan saya sudah melaporkannya ke Ketua Umum KONI Riau," ucap Safrin.

Dinyatakannya Safri positif menggunakan doping sesuai dengan rilis dari Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Jawa Barat. Dalam rilis itu dinyatakan 14 atlet PON 2016 dan Peparnas 2016 positif doping.

Dari 14 itu sebanyak 12 atlet PON positif doping dan terdiri dari 7 atlet berasal dari cabang binaraga, 2 dari menembak, 1 dari berkuda dan 1 lainnya dari angkat berat. Sedangkan 2 atlet Peparnas adalah atlet tenis meja dan atletik.

Sekretaris Umum PB PON Ahmad Hadadi mengatakan, setelah diumumkan secara resmi 14 atlet yang positif terindikasi doping, PB PON akan memberikan waktu dua pekan kepada para atlet untuk melakukan tindakan lanjutan.

"Kami kasih waktu dua pekan untuk menunggu komplain. Kalau ada komplain akan dibawa ke ranah hukum, pengadilan untuk banding. Kalau tidak ada komplain, kami akan langsung eksekusi dengan mencabut atribut juara mereka," kata Hadadi.

Hadadi menjelaskan, pihaknya juga terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kemenpora, LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia) serta WADA (Lembaga Anti Doping Dunia). "Kemudian kami juga masih menunggu Dewan Disiplin yang akan dibentuk oleh Kemenpora. Hasil yang kami sampaikan ini merupakan hasil final," ungkapnya. (*)

Daftar 14 Atlet PON dan Peparnas Positif Doping
1. Roni Romero, Jawa Barat (Binaraga/Emas)
2. I Ketut Gede Arnawa, Bengkulu (Binaraga/Perak)
3. Rahman Widodo, Yogyakarya (Binaraga/Perak)
4. Kurniawansyah, Bangka Belitung, (Binaraga/Perak)
5. Zainal, Jawa Barat (Binaraga/Perak)
6. Mualipi, Jawa Tengah (Binaraga/Emas)
7. Mheni, Jawa Barat (Binaraga/Perak)
8. Iman Setiaman, Jawa Barat (Binaraga/Emas)
9. Agus Waluyo, Jawa Barat (Menembak/Emas dan 2 Perunggu)
10. Safrin Sihombing, Riau (Menembak/2 Emas, 2 Perunggu, 2 Perak)
11. Jendri Turangan, Jawa Tengah (Berkuda/Emas dan Perak)
12. Awang Latiful Habir, Kalimantan Timur (Angkat Berat/Emas)
13. Adyos Astan, Maluku (Tenis Meja/2 Emas, 1 Perunggu)
14. Cucu Kurniawan, Jawa Barat (Lempar Lembing/Emas)

Penulis: Rino Syahril
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved