Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sekolah Financial Intelligent Program Beri Pelatihan Gratis

Ide membuat kegiatan tersebut diakuinya karena banyak yang beranggapan bisnis ini merugikan dan tak masuk akal.

Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: M Iqbal
TribunPekanbaru/HendriGusmulyadi
Pelatihan treding forex di Cafe Container RPM, Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sekolah Financial Interligent Program menggelar pelatihan bisnis forex. Hal itu dilakukan agar bisnis ini berkembang di Kota Pekanbaru.

"Pelatihan yang kita berikan dalam program diberikan secara gratis," kata Penanggung Jawab Sekolah Financial Intelligent Program, Hengky di Cafe Container RPM, Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, Selasa (10/1/2017).

Ide membuat kegiatan tersebut diakuinya karena banyak yang beranggapan bisnis ini merugikan dan tak masuk akal. Dalam pelatihan tersebut diharapkannya anggapan tersebut dapat dihilangkan.

Sebab jika memiliki pengetahuan melakukan trading ini malah menguntungkan. Makanya untuk mendapatkan pengetahuan tersebut beberapa cara diantaranya adalah saling bertukar pikiran antar teman. Sehingga resiko kerugian bisa ditanggulangi dari awal.

"Dengan pelatihan secara gratis ini diharapkan banyak orang datang dan tertarik untuk belajar. Pelatihan dilakukan setiap Senin dan Jumat jam 4 sore. Kalau yang ingin sekedar sharing bisa datang kapan pun ke cafe ini. Karena teman-teman  setiap malam banyak yang duduk-duduk disini," tambah dia.

Selain itu, ia bersama anggota lain juga rutin mengadakan seminar tentang forex di hotel-hotel juga diberikan secara gratis. Dilakukan dua kali sebulan pada Sabtu atau Minggu.

Pelatihan yang dilakukan di Cafe Container RPM ataupun seminar di hotel-hotel, diisi oleh trainer berpengalaman seperti Samirza.

Dijelaskannya, treding forex merupakan bisnis yang masuk ke dalam investasi. Masyarakat memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan yang besar.

"Setiap bisnis pasti ada resiko. Kuncinya kalau kita belajar dan memiliki ilmu, resikonya dapat diantisipasi," imbuh Samirza.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved