Medali dan Bonus Safrin Terancam Dicabut  

Temuan penggunaan doping itu tidak menelusuri motif adanya unsur kesengajaan atau tidak oleh atlet bersangkutan.

Desain Tribun Pekanbaru

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Rino Syahril

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Medali dan bonus atlet menembak Riau Safrin Sihombing terancam dicabut kalau terbukti menggunakan doping saat PON 2016 lalu.

Hal itu sesuai dengan pemaparan Ketua Umum PB PON XIX 2016 Jawa Barat Ahmad Heryawan yang juga Gubernur Jawa Barat (Jabar) kepada awak media, Senin (9/1) lalu di Gedung Sate, Bandung, Jabar.

Saat itu Ahmad Heryawan menyatakan 12 atlet PON 2016 dan 2 atlet Peparnas 2016 dinyatakan menggunakan doping oleh Dewan Disiplin bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Oleh karena itu segala bentuk prestasi dan bonus 14 atlet itu dinyatakan gugur," ujar Ahmad Heryawan.

Menurut Ahmad Heryawan temuan penggunaan doping itu tidak menelusuri motif adanya unsur kesengajaan atau tidak oleh atlet bersangkutan.

Baca: Obat yang Diminum Safrin Sudah Dilaporkan ke Dokter PON 2016

Pihak berwenang hanya menemukan adanya bukti penggunaan yang berujung pada sanksi.

"Jadi dengan demikian semua medali dan bonus dicabut," ungkap Ahmad Heryawan.

Terkait hal itu Sekum Perbakin Riau Sudarman Umar mengatakan, kalau memang terbukti Safrin menggunakan doping tentunya semua medalinya dicabut dan bonusnya juga dicabut.

"Sebab itu sudah aturan," ujar Sudarman.

Baca: Safrin Kaget Dirinya Dinyatakan Positif Gunakan Doping di PON 2016

Tapi tegas Sudarman, pihaknya terlebih dahulu akan mengajukan banding ke Dewan Banding bentukan Kemenpora.

"Kalau gagal juga kita akan mengajukan banding ke Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI)," ucap Sudarman. (*)

Penulis: Rino Syahril
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved