Aksi Saling Dorong Sempat Warnai Demo Mahasiswa di DPRD Rohul
Selain tidak dibolehkan masuk, pagar juga ditutup dan dijaga oleh personil dari Satpol PP dan personil Polres Rohul.
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Donny Putra
TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN- Dianggap tidak pro Rakyat, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa se-Rokan Hulu (Rohul), menggelar aksi damai 121. Mereka menolak kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
Dimana, aksi damai Bela Rakyat 121 digelar Aliansi Mahasiswa se-Rohul dimulai dengan konvoi kendaraan. Selanjutnya, orasi di perempatan Taman Kota Pasirpangaraian, kemudian puluhan massa long march ke kantor DPRD Rohul, dikawal aparat gabungan dari Polres Rohul.
Setibanya di gerbang masuk ke kantor DPRD Rohul, massa sempat kecewa. Selain tidak dibolehkan masuk, pagar juga ditutup dan dijaga oleh personil dari Satpol PP dan personil Polres Rohul.
Karena tidak satu pun anggota DPRD Rohul menemui massa, aksi dorong-dorongan terjadi. Bahkan, Koordinator Umum Aksi Wikki Yuliandra sempat melompat pagar dan masuk ke kantor DPRD Rohul, menemui anggota DPRD Rohul. Namun aksinya dihadang oleh Kasat Intel Polres Rohul AKP Aditya Reza Syahputra.
Aksi dorong pun terhenti, setelah Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH keluar dan menemui pendemo. Kemudian, massa diajak menggelar aksinya di halaman kantor DPRD Rohul.
Koordinator Umum, juga Pjs. Presiden Mahasiswa UPP, Wikki Yuliandra, mengungkapkan aksi damai ini untuk mendukung aksi seluruh BEM se-Indonesia yang hari ini turun ke jalan dalam Aksi Bela Rakyat 121.
"Kita melihat kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat lagi, untuk itulah mahasiswa turun ke jalan," katanya, di kantor DPRD Rohul, Kamis, (12/1/2017).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/aksi-mahasiswa-di-dprd-rohul_20170112_200917.jpg)