Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Produksi Ikan Tangkap dan Budidaya di Siak Meningkat

Pada 2015 lalu, produksi ikan tangkap hanya mencapai 2.593,25 ton. Sedangkan produksi ikan budidaya hanya mencapai 1.242 ton.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: M Iqbal

 
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK -  Produksi ikan budidaya dan tangkap di kabupaten Siak semakin meningkat. Sehingga sebagian besar produksi ikan sudah masuk ke pasaran luar kabupaten Siak.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Siak Susilawati menyampaikan, selama tahun 2016 produksi ikan tangkap lebih tinggi dari produksi ikan budidaya. Produksi ikan tangkap mencapai 2.867 ton, sedangkan produksi ikan budidaya mencapai 1.264,4 ton. Angka ini juga meningkat di banding produksi pada 2015 lalu.

Pada 2015 lalu, produksi ikan tangkap hanya mencapai 2.593,25 ton. Sedangkan produksi ikan budidaya hanya mencapai 1.242 ton. Tren perkembangan produksi ikan tersebut juga dipengaruhi dengan bertambahnya nelayan tangkap dan pembudi daya ikan di kabupaten Siak.

Pada 2016 terdapat 867 Rumah Tangga Perikanan (RTP) dengan perahu bermotor 512 unit dan perahu tanpa motor 358 unit. Sedangkan untuk keluarga perikanan budidaya sebanyak   2.800 kepala keluarga se-Kabupaten Siak.

Susi menyebut, hasil produksi ikan tersebut juga berbanding lurus dengan perkembangan kesejahteraan nelayan. Namun, belum maksimal jika dibanding dengan potensi perikanan di perairan Siak dan potensi lahan untuk pembukaan kolam. Bahkan, Siak bisa menjadi penghasil ikan budidaya yang patut diandalkan di Riau bila potensi itu dapat dimaksimalkan.

"Lahan untuk pengembangan perikanan di Siak baru 20 persen yang terolah. Padahal 80 persennya belum termanfaatkan untuk kolam, atau wadah peternakan ikan," kata Susi, Jumat (13/1/2017).

Saat ini, perikanan budidaya tersebar di 7 kecamatan, yakni Minas, Lubukdalam dan Krinci Kanan, Mempura, Kandis, Tualang dan Siak. Namun, para pembudidaya baru memanfaatkan pekarangan masing-masing.

"Beberapa pembudidaya memang kadang terkendala dengan pemasaran?kala mereka panen serentak. Untuk itu, mereka kadang mencari pembeli dari luar Siak atau menyuplai pasokan untuk pasar-pasar di luar Siak," kata dia.

Susi juga mengakui, hasil produksi 2016 untuk ikan budidaya murni hasil masyarakat sendiri. Sebab, pihaknya tidak mengeluarkan bantuan bibit dan pakan kepada para pembudidaya.

"Pada 2016 memang  tidak ada bantuan hibah, sehingga kita tidak memberikan bantuan bibit kepada mereka," kata dia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved