Santri Tewas Dianiaya, Pengurus Ponpes Mengaku Korban Terjatuh dari Tangga
Pengurus pondok yang membawa jenazah DK (17) menjelaskan jika santrinya terjatuh dari tangga dan ditemukan
TRIBUNPEKANBARU.COM, KENDAL - Perwakilan Humas RSUD Suwondo, Dr Mochamad Wibowo, mengatakan pihak pondok pesantren membawa korban ke rumah sakit pada Kamis (12/1/2017) malam.
"Korban dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal," ujar Wibowo, Jumat (13/1).
Wibowo berujar korban mengalami luka di pelipis sebelah kiri. Pihaknya belum mengetahui penyebab kematian siswa bernama Dimas Khilmi bin Sulasman (17) itu.
"Untuk penyebabnya pastinya akan didalami kami hanya memeriksa," ia menambahkan saat dikonfirmasi wartawan.
Pengurus pondok yang membawa jenazah DK (17) menjelaskan jika santrinya terjatuh dari tangga dan ditemukan dalam keadaan telungkup.
Pihak pondok pesantren saat dikonfirmasi belum mau memberi keterangan terkait kematian DK yang diketahui berasal dari Brebes, Jawa Tengah, itu.
Kapolsek Patebon AKP Munasir membenarkan DK menjadi korban penganiayaan temannya. "Awalnya pelaku dan korban cekcok mulut yang berujung pada perkelahian," ungkap dia.
"Korban yang bertubuh kecil dipukul oleh korban dengan tangan kosong sebanyak dua kali mengenai pelipis kiri dan dilempar ditempat tidur," Munasir menambahkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-orang-meninggal-di-rumah-sakit-mayat_20161017_155758.jpg)