Kisruh Tenaga Kerja Asing Ilegal

Tercatat Ada Sekitar 1.009 Orang TKA yang Bekerja di Riau, Ini Rinciannya

Tercatat setidaknya ada sekitar 1009 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tersebar di beberapa daerah di Riau.

Tercatat Ada Sekitar 1.009 Orang TKA yang Bekerja di Riau, Ini Rinciannya
TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang diamankan di dalam areal proyek PLTU Tenayan Raya sedang diperiksa petugas Imgrasi di Kantor Imigrasi Pekanbaru, Rabu (18/1/2017). Sebanyak 35 orang TKA asal China yang tidak memiliki dokumen keimigrasian diamankan pihak Imigrasi. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dari data yang dirilis pihak Keimigrasian Provinsi Riau, tercatat setidaknya ada sekitar 1009 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tersebar di beberapa daerah di Riau.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Keimigrasian Provinsi Riau, Sutrisno kepada awak media saat konferensi pers, Rabu (18/1/2017) siang.

"Total ada 1009 orang TKA yang bekerja di 132 perusahaan di berbagai daerah di Riau," jelasnya.

Baca: Kanwil Kumham Riau Akan Lakukan Tindakan Projusticia

Sutrisno menuturkan, dari jumlah tersebut, TKA paling banyak berada di Kabupaten Siak, yakni sebanyak 448 orang TKA yang bekerja di 16 perusahaan.

Jumlah TKA terbanyak selanjutnya disusul dengan kota Pekanbaru, yakni berjumlah 338 orang TKA yang bekerja di 75 perusahaan.

"Terbanyak ketiga jumlah TKA ada di kota Dumai, yaitu sekitar 171 orang TKA yang bekerja di 23 perusahaan," bebernya.

Baca: Disidak Disnakertransduk Riau, Pekerja Asing Mengunci Diri di Dalam Mess

Dilanjutkan Sutrisno, jumlah TKA terbanyak selanjutnya berada di Kabupaten Tembilahan, yakni 49 orang TKA yang bekerja di 16 perusahaan.

Kemudian disusul dengan Kabupaten Bengkalis, yakni 2 orang TKA yang bekerja di 1 perusahaan. Terakhir di Kabupaten Rohil, sebanyak 1 TKA yang bekerja di 1 perusahaan.

Baca: Kanwil Kumham Riau Akan Mintai Keterangan PLN dan Perusahaan

Saat disinggung terkait pengawasan terhadap TKA sendiri, Sutrisno menjelaskan, pihaknya sudah melakukan hal tersebut jauh-jauh hari.

"Tim pengawasan orang asing sudah dibentuk di tingkat wilayah, termasuk ditingkat Kabupaten/Kota. Anggotanya ada Disnaker, Polres, Kodim, Kejaksaan, Kesbangpol, dan Dinas Pariwisata," ungkapnya. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved