Terkendala Anggaran, Dinas Sosial Lepas Pengemis yang Diamankan Satpol PP Pekanbaru

Dinsos terpaksa memulangkan tujuh anak punk tersebut ke daerah asalnya masing-masing karena keberadaan mereka sudah meresahkan masyarakat.

Terkendala Anggaran, Dinas Sosial Lepas Pengemis yang Diamankan Satpol PP Pekanbaru
Tujuh orang anak punk dan satu pengemis berhasil diamankan Satpol PP Pekanbaru dalam razia ketertiban umum yang digelar Selasa (17/1/2017) malam. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Khairani saat dikonfimasi Tribun, Kamis (19/1/2017) mengaku sudah memulangkan tujuh anak punk yang diamankan Satpol PP Pekanbaru, Jumat malam lalu.

Pihaknya sudah menyerahkan ketujuh anak punk tersebut ke Dinas Sosial Provinsi Riau untuk dipulangkan ke daerah asalnya.

Menurut keterangan Khairani, lima dari tujuh anak punk tersebut dipulangkan ke daerah asalnya di Jambi. Sementara dua lagi dipulangkan ke Medan.

"Anggaran kita kan tidak ada untuk memulangkan anak punk itu, makanya kita koordinasi dengan dinas sosial Provinsi Riau, karena mereka punya anggaran untuk itu," katanya.

Pihaknya terpaksa memulangkan tujuh anak punk tersebut ke daerah asalnya masing-masing karena keberadaan mereka sudah meresahkan masyarakat.

"Mau kita lakukan pembinaan juga tidak bisa, karena kita tidak punya tempat penampungan," imbuhnya.

Selain memulangkan tujuh anak punk, pihaknya juga terpaksa melepaskan kembali ibu dan anaknya yang mengemis. Orang tua yang mengajak anaknya mengemis ini juga diamankan Satpol PP Pekanbaru saat razia jumal malam lalu.

"Ibu dan anak yang mengemis itu kita serahkan ke keluarganya di Pekanbaru di Jalan Arifin Ahmad,"kata dia.

Meski pengemis ini adalah warga Pekanbaru dan melibatkan anak-anak, pihaknya ternyata tidak bisa melakukan pembinaan lebih lanjut. Khairani berdalih tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membina para gepeng dan anak punk yang diamankan Satpol PP Pekanbaru tersebut.

"Mau gimana lagi, anggaran kita tidak ada. Mau kita bina dimana, tempatnya tidak, terus makan mereka nanti gimana. Semuanya kan butuh anggaran, kalau anggaran tidak ada ya tidak bisa kita lakukan pembinaan," paparnya.

Khairani pasrah atas kondisi ini. Termasuk soal keritikan yang dialamatkan kepada dinas yang dipimpinya karena tidak mampu mengatasi persoalan gepeng dan anak punk yang terus menjamur di Kota Pekanbaru.

"Harus sama-sama kita pahamilah, kondisi kita memang seperti ini, ini kan bicara kebijakan, kalau ada anggarana semua bisa kita lakukan," kata dia.(*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved