Enoki Yakin, Permohonan Kliennya Dikabulkan Pengadilan

pihaknya sempat tidak menghadiri sidang pokok yang berlangsung beberapa hari sebelumnya.

Enoki Yakin, Permohonan Kliennya Dikabulkan Pengadilan
Desain Tribun Pekanbaru
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kuasa Hukum Heru Wahyudi mengatakan, pihaknya optimis permohonannya dikabulkan dalam sidang putusan Pra Peradilan pada Senin mendatang di PN Pekanbaru.
 
Sebagaimana sidang pra peradilan yang berlangsung pada Jumat (20/1/2017) di PN Pekanbaru, seharusnya mengagendakan pemeriksaan saksi dari pihak termohon, Polda Riau.
 
Namun, saksi yang dimaksudkan tidak kunjung hadir ke Pengadilan Negeri Pekanbaru.
 
"Saksi dari pihak Polda Riau tidak bisa hadir ke PN Pekanbaru dengan alasan karena jaraknya yang jauh," kata kuasa hukum pemohon, Enoki Ramon SH didampingi Elida Netti SH.
 
Dalam kesempatan itu, Enoki juga menjelaskan, bahwa pihaknya sempat tidak menghadiri sidang pokok yang berlangsung beberapa hari sebelumnya.
 
Namun, kata Enoki, ketidakhadiran bukan karena tidak ingin hadir. Tapi, pihak pemohon dalam hal ini Heru Wahyudi mengaku tak mendapatkan relas panggil dari pihak PN Pekanbaru.
 
"Pemohon, dalam hal ini Heru Wahyudi tidak mendapatkan relas panggil secara resmi. Maka, dengan itu memutuskan untuk tidak hadir. Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 146-154 KUHAP dan itu sah saja, bukan karena ingin mengulur waktu," paparnya.
 
Dilain pihak, Enoki menegaskan, berdasarkan pemeriksaan saksi ahli hukum pidana Prof. Mudzakir SH MH pada Kamis (19/1/2017), bahwa Heru Wahyudi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus bansos yang menyebabkan kerugian negara yang dinilai tidak berdasar.
 
"Sebagaimana pemaparan Saksi Ahli Prof Mudzakir, bahwa pihak kepolisian tidak melakukan audit investigasi, tapi hanya melakukan audit penghitungan kerugian negara oleh BPKP. Hal ini tidak memiliki kekuatan hukum dalam kasus tersebut," jelas Enoki.
 
"Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) nomer 14/2016 dijelaskan, bahwa yang berhak menyatakan ada tidaknya kerugian negara hanya BPK, bukan BPKP apalagi penyidik. Ini jelas salah," tambahnya.
 
Sebelumnya, kuasa hukum Heru Wahyudi terdiri dari Razman Arif Nasution SH, Enoki Ramon SH, Wan Subantriarti SH dan Elida Netti SH akan menghadapi sidang pokok dan sidang putusan pada Senin (23/1/2017) di PN Pekanbaru.
 
Sidang tersebut, merupakan rangkaian pra peradilan yang diajukan oleh Heru Wahyudi sebagai pemohon atas penetapan status tersangka dirinya dalam kasus bansos di Kabupaten Bengkalis.(*)
Tags
Bansos
Penulis: Syahrul
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved