Breaking News:

Kejari Pelalawan Hitung Sendiri Kerugian Negara dalam Korupsi BBM PLN

Penyidik Kejari Pelalawan juga akan melakukan Perhitungan Kerugian Negara (PKN) terhadap perkara tersebut.

Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan listrik di jalan Trangkil Gunungpati, Kota Semarang 

Laporan : Johannes Tanjung

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan terus mendalami kasus dugaan korupsi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) PLN Rayon Pangkalan Kerinci tahun 2012. Penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi tetap dijadwalkan.

Penyidik Kejari Pelalawan juga akan melakukan Perhitungan Kerugian Negara (PKN) terhadap perkara tersebut. Jaksa menghitung sendiri PKN, tanpa melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) seperti biasanya. Hal ini dilakukan untuk memuluskan penyidikan.

"Setelah kita gelar dengan BPKP, ternyata mereka tak memiliki ahli untuk kasus seperti ini. Makanya kita menghitung sendiri kerugian negaranya," ungkap Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Yuriza Antoni, kepada tribun Senin (23/1).

Diterangkannya, penyidik masih belum bisa menentukan berapa asumsi kerugian negara. Pasalnya masih melakukan penyitaan dokumen dan berkas-berkas terkait proses pembayaran dari PLN ke PT Pertamina. Sekaligus memperkuat bukti keterlibatan ketiga tersangka yakni HAS, JU, dan SM yang semua pejabat serta mantan pejabat di PLN Rayon Pangkalan Kerinci. (*)

Penulis: johanes
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved