Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Samsung Umumkan Penyebab Galaxy Note 7 Mudah Terbakar

Samsung akhirnya mengumumkan secara resmi penyebab Galaxy Note 7 mudah meledak atau terbakar.

Editor: Sesri
Reza Wahyudi/KOMPAS.com
DJ Koh, Samsung Electronics Mobile Chief mengenalkan Galaxy note 7 di acara peluncuran di New York, AS, Selasa (2/8/2016). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Samsung akhirnya mengumumkan secara resmi penyebab Galaxy Note 7 mudah meledak atau terbakar. 

Menurut hasil penyelidikan Samsung, sumber masalah berasal dari dua hal berbeda di dua baterai rancangannya.

Sebagaimana diketahui, kasus baterai terbakar Galaxy Note 7 banyak bermunculan di berbagai negara setelah resmi dirilis.

Samsung kemudian melakukan recall dan merilis unit pengganti dengan desain baterai baru. Namun baterai itu pun tetap bermasalah.

Samsung memulai konferensi pers dengan sebuah permintaan maaf.

"Saya benar-benar meminta maaf kepada pelanggan kami," tutur DJ Koh, Samsung Electronics Mobile Chief, di hadapan jurnalis.

"Sebagai langkah pertama untuk mendapatkan kembali kepercayaan Anda, penting untuk memberikan pemahaman mengenai masalah ini (mudah terbakarnya Galaxy Note 7)," imbuhnya.

Berdasarkan hasil investigasi, baterai yang dirilis di Galaxy Note 7 pertama, sebagaimana KompasTekno rangkum dari konferensi pers via streaming, Senin (23/1/2017), memiliki kelemahan desain di pojok kanan atas yang bisa menimbulkan korsleting.

Ruang baterai yang sempit, menurut Instrumental menjadi penyebab mudah meledaknya baterai Note 7.
Ruang baterai yang sempit, menurut Instrumental menjadi penyebab mudah meledaknya baterai Note 7.

Casing eksternal baterai juga dinilai terlalu kecil untuk komponen yang ada di dalamnya. Akibatnya, elektroda baterai yang ada di dalamnya mengalami pembengkokan dan posisi ujung elektroda negatif menekan pojok kanan atas casing baterai.

Sementara baterai jenis kedua yang dipasang di unit pengganti, memiliki kendala dalam proses manufakturnya. Baterai tersebut mudah terbakar karena ada cacat dalam proses pengelasan (penggabungan).

Hal itu terjadi karena pabrikan baterai terlalu terburu-buru memproduksi baterai demi memenuhi tuntutan kebutuhan.
Bagian yang tidak dilas secara sempurna itu mudah menimbulkan korsleting di komponen baterai.

Sebelumnya, para pengamat dan ahli memprediksi ukuran baterai yang tidak umum membuatnya mudah terbakar. Baterai Note 7 yang bermasalah di batch pertama diketahui diproduksi oleh anak usaha Samsung sendiri, SDI.

Sementara baterai batch kedua yang berada di dalam unit pengganti adalah buatan Amperex Technology.

Petinggi Samsung AS mengatakan, jika tidak ada cacat dalam unit baterai pengganti, kemungkinan Galaxy Note 7 masih beredar di pasaran hingga sekarang. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved