Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

HTI Sinarmas Distrik Rasau Kuning 'Terbakar'

Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan yang ditugaskan di distrik itu terpaksa berjibaku memadamkan ttik

Penulis: Mayonal Putra | Editor:
Tribun Pekanbaru/ Mayonal
Petugas RPK distrik Rasau Kuning PT Arara Abadi menyemprotkan air di titik api yang terdeteksi di HTI APP Sinarmas distrik Rasau Kuning, Minas, Kamis (26/1/2017). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Hamparan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik APP Sinarmas distrik Rasau Kuning, Minas, Kamis (26/1/2017) terbakar hebat.

Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan yang ditugaskan di distrik itu terpaksa berjibaku memadamkan ttik api. Satu unit truk Damkar milik PT Arara Abadi langsung menuju lokasi, saat pertama kali api mulai terdeteksi petugas.

Kebakaran lahan yang ditumbuhi eucalyptus itu tidak jauh dari menara pantau api distrik Rasau Kuning. Hanya 50 meter dari pangkal menara.

Karena telah teruji dan dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA) binaan RPK distrik Rasau Kuning berhasil memadamkan api. Petugas kembali melipat selang dan membawa peralatan pemadaman ke titik kumpul.

Begitulah skenario simulasi pemadaman kebakaran lahan yang dilaksanakan di distrik tersebut.

Fire Managemen APP Sinarmas Distrik Rasau Kuning Minas, Roganda Manalu memimpin simulasi yang dihadiri awak media media tersebut. Ia mengatakan, di distrik itu ia bertugas de gan 30 orang angggota RPK. Tim dia juga dibantu oleh 20 orang Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibina dari perkampungan sekitar distrik.

"Untuk mendeteksi titik api, kami selalu berpatroli, mengadakan sosialisasi, pelatihan dan memantau di menara api. Menara api tersebut dibangun setinggi 18 meter di atas tanah dengan permukaan yang lebih tinggi," kata dia.

Dari menara pantau api, pihaknya bisa mendeteksi titik api dengan radius mencapai 10 Km. Pemantauan tersebut menggunakan teropong.

"Kami harus siap memadamkan api jam berapa pun kejadiannya. Kami tidak akan pulang sebelum api padam, ya kami menargetkan dalam 24 jam api sudah harus padam, jika perlu pakai helikopter kami kan segera koordinasi," kata dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved