Benarkah Susu Meningkatkan Kesehatan Tulang? Hasil Penelitiannya di Swedia Mengejutkan

Meskipun korelasi sebab dan efeknya belum dapat dibuktikan, temuan ini mungkin dapat menjadi sinyal

Benarkah Susu Meningkatkan Kesehatan Tulang? Hasil Penelitiannya di Swedia Mengejutkan
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebuah penelitian terbaru dari Swedia menguatkan penelitian sebelumnya yang manyatakan bahwa minum susu ternyata tidak banyak membantu kekuatan tulang, bahkan dapat membahayakan.

Studi ini menemukan korelasi antara konsumsi susu dalam jumlah banyak dengan meningkatnya kejadian patah tulang dan risiko kematian.

Meskipun korelasi sebab dan efeknya belum dapat dibuktikan, temuan ini mungkin dapat menjadi sinyal pentingnya mengurangi konsumsi susu harian Anda.

Hubungan manusia dengan konsumsi susu pasca-bayi adalah sesuatu yang relatif masih baru.

Bahkan, duapertiga populasi manusia masih kekurangan enzim yang dibutuhkan untuk memecah laktosa dalam susu. Walhasil, ketika mengonsumsi susu terlalu banyak, mereka mengalami sakit perut.

Namun, bagi yang mampu minum susu tanpa keluhan apapun, mereka cenderung percaya bahwa susu dapat meningkatkan kesehatan tulang.

Negara-negara dengan tingkat osteoporosis tertinggi, seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Uni Eropa, adalah konsumen susu global terbesar. Mungkinkah sebenarnya susu tidak bermakna banyak untuk kesehatan tulang?

Untuk menjawab pertanyaan ini, tim peneliti Swedia meneliti pola makan dan kesehatan tulang 61.433 wanita dan 45.339 pria yang berumur antara 11 hingga 20 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi wanita, konsumsi susu yang tinggi tidak berhubungan dengan penurunan risiko patah tulang.

Yang mengejutkan, wanita yang minum lebih dari tiga gelas susu sehari memiliki risiko kematian lebih tinggi daripada wanita yang minum kurang dari satu gelas susu setiap harinya.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved