Breaking News:

Asyiknya Menjelajah Pantai Kuala Terusan nan Eksotis

Sekitar 30 menit menyusuri Sungai Nilo, akhirnya rombongan mendarat di sebuah dataran rumput. Terlihat kawanan burung bangau sedang mencari makan

Editor: harismanto
Foto/Istimewa
Exploring Riau Community (XRC) menjelajah ke Pantai Kuala Terusan, di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Minggu pagi (29/1/2017) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUALA TERUSAN - Cuaca yang cerah namun tak begitu panas mengiringi perjalanan seratusan orang pecinta penjelajah pariwisata Riau, ke Pantai Kuala Terusan, di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Minggu pagi (29/1/2017). Exploring Riau Community (XRC), komunitas yang digagas sejumlah kalangan dari berbagai profesi ini ingin mendukung dan mempromosikan pariwisata di bumi melayu sesuai dengan jargon pariwisata Riau, The Home Land of Melayu kepada masyarakat Riau, khususnya di Riau.

Sekitar jam 07.30 WIB pagi, para peserta telah berkumpul di lapangan kreatif tepatnya di depan kantor Bupati Pelalawan. Wajah-wajah antusias para penjelajah wisata terlihat sudah tidak sabar melihat langsung pesona pantai Kuala Terusan atau Pantai Kute. Berbagai atribut pun telah disiapkan. Ada bendera, spanduk, pengeras suara, speaker portable, makanan ringan, snack, kamera, drone, dan lainnya. Semua itu disiapkan bukan tanpa alasan, alat-alat itu adalah perangsang semangat para peserta untuk berlayar di sepanjang Sungai Kampar dan Nilo.

Rombongan pun kemudian bergerak menuju lokasi Kute. Kondisi aspal yang mulus dan jalan yang lurus, tidak melengahkan rombongan yang mengendarai kendaraan roda empat. Terutama mobil jenis sedan yang bisa saja kandas atau tersangkut karena jalan yang bergelombang akibat anjloknya permukaan tanah.

Hanya 10 menit berkendara dari pusat kota Pangkalan Kerinci, rombongan pun tiba di lokasi. Di sana, sudah ada empat pompong menunggu, sejenis kapal kayu bermesin cukup besar yang dapat dinaiki 15 hingga 20 orang. Pompong tersebut terlihat sudah dilengkapi dengan life vest atau jaket keselamatan. Selain itu, juga ada dua unit perahu kayu kecil bermesin robin dan satu unit pompong kecil ukuran 5 meter. Sebelum berangkat, untuk keselamatan, para peserta mendapatkan penjelasan terkait keselamatan diri atau safety briefing selama berada di atas pompong,

Berbicara fasilitas umum, daerah wisata ini memang belum begitu memadai. Hanya sebuah warung makan dan beberapa pondok dua lantai untuk pengunjung bersantai bersama keluarga, sembari menikmati pemandangan asri hutan seberang serta keceriaan suara anak-anak mandi di sungai.

Akhirnya perjalanan pun di mulai. Seluruh peserta pun menaiki pompong dan bergerak menyusuri Sungai Nilo guna melihat perkampungan asli penduduk setempat dan keindahan alam sekitar. Lambaian tangan anak-anak setempat menambah keceriaan para peserta dan keluarga ketika melintas di depan perkampungan penduduk.

Bagaikan sebuah kejutan, komunitas XRC langsung disuguhi aksi eksotis dua sampan motor robin yang saling melaju kencang. Dua pemuda yang mengendarai terlihat begitu lihai meliuk-liukkan sampannya seolah tanpa takut mengitari pompong.

Sontak balapan sampan robin ini langsung menyedot perhatian para komunitas XRC yang berada di atas pompong. Aksi kejar-kejaran sampan bak di film action pun tak ketinggalan diabadikan dengan kamera maupun dengan drone.

Sekitar 30 menit menyusuri Sungai Nilo, akhirnya rombongan mendarat di sebuah dataran rumput. Terlihat kawanan burung bangau sedang mencari makan di kubangan dan terbang seketika mendengar suara pompong mulai merapat. Decak kagum peserta terdengar ketika menginjakkan kakinya pertama kali di rerumputan hijau yang terbentang luas di pinggiran sungai berwarna coklat ini. Warna coklat air ini diakibatkan kondisi sungai yang sedang pasang naik dan musim hujan. Air akan jernih kembali pada saat pasang mulai surut.

Hampir satu jam rombongan berada di padang rumput ini. Memotret momen kebersamaan, berbagi ide dalam diskusi, ada juga yang swafoto atau selfie, bahkan ada yang menjala ikan dan memancing.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved