Pemerintah Harus Cari Solusi, Pembangunan Transmisi Listrik dan Gardu Induk Terhambat RTRW

Dijadikannya Riau sebagai pusat pengatur beban listrik di Sumatera akan menjadi peluang untuk peningkatan perekonomian di Riau.

TribunPekanbaru/Alexander
Rapat pembahasan tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) antara Komisi A DPRD Riau dengan kepala daerah yang digelar di ruang medium DPRD Riau, Rabu (3/2/2016) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Pembangunan jaringan transmisi listrik serta gardu induk di Riau tak kunjung tuntas dikarenakan belum rampungnya RTRW. Akibatnya, pusat pengatur beban listrik Sumatera yang bertempat di Riau tak bisa dioperasikan maksimal.

Menyikapi itu, pihak DPRD Riau mendesak pihak Pemprov Riau dan pemerintah kabupaten/kota untuk menyelesaikan persoalan yang masih menjadi kendala, dan menghambat rencana tersebut. Karena ini merupakan kesempatan besar, yang tidak boleh hilang dan harus disegerakan pelaksanaannya.

Anggota Komisi A DPRD Riau, Edy Muhammad Yatim mengatakan, pihak DPRD Riau sangat mendukung rencana dijadikannya Riau sebagai pusat pengatur beban listrik Sumatera tersebut. Karena itu, pihaknya meminta kepada Pemprov Riau agar tidak lagi melalaikan kesempatan itu. Kalau perlu, menurutnya, Pemprov Riau harus berani pasang badan untuk segala persoalan yang masih menjadi kendala dalam rencana tersebut.

“Kita sangat merespon dan sangat mendukung rencana itu. Pemerintah harus menangkap peluang ini dengan cepat. Harus diselesaikan sesegera mungkin, dan jangan biarkan terlalu lama. Kita paham soal RTRW memang erat kaitannya dengan persoalan hukum. Tapi ketika sudah ada peluang dari pusat untuk penyelesaian RTRW seperti sekarang ini, kalau bisa Pemprov harus pasang badan. Karena ini jelas bukan untuk kepentingan pribadi, tapi kepentingam bersama. Masyarakat pasti akan sangat mendukung,” kata Edy, Rabu (1/2).

Ditempatkan Riau sebagai pusat kelistrikan di Sumatera menurut Edy bukanlah tidak beralasan. Selain posisi Riau yang strategis dan berada di tengah-tengah pulau Sumatera, Riau juga minim bencana alam, dan termasuk kawasan aman dibanding dengan daerah lainnya di Sumatera.

“Dulu semuanya di Sumbar, sekarang dipindahkan ke Riau karena daerahnya mendukung dan posisinya di tengah. Kita dianggap strategis dan jarang bencana alam terjadi,” ulas politisi Demokrat ini.

Selain itu, menurut Edy, saat ini tergantung Riau saja dalam mempercepat dan mempersiapkan hal tersebut. Karena di daerah lain menurutnya sudah menyelesaikan jaringan transmisi hingga ke daerah perbatasan masing-masing. Jika Riau telah selesai mempersiapkan, maka nantinya menurut dia tinggal menyambungkan titik sambung dari tiap daerah di Sumatera.

“Kami dapat informasi titik sambungnya dari daerah lain di Sumatera sudah selesai, misalnya Sumatera Utara sudah oke sampai batas mereka, demikian juga dengan Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jambi dan juga Sumatera Barat. tinggal kita yang menyelesaikan persiapannya,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait persoalan RTRW, menurut Edy pemerintah daerah harus melakukan upaya khusus. Karena Riau sebagai pusat pengatur beban listrik Sumatera tersebut sangat penting sekali untuk cepat diselesaikan. Dari pihaknya sendiri, menurut Edy, sudah ada pembicaraan dengan pihak Pansus RTRW, agar diupayakan lebih cepat lagi penyelesaiannya hingga menjadi Perda nantinya.

“Untuk masalah RTRW ini harus ada upaya khusus yang dilakukan oleh pihak Pemprov Riau. Seperti upayanya, tentu mereka yang sangat paham. Agar rencana tersebut tidak lagi kendala dan bisa direalisasikan,” tuturnya.

Halaman
12
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved