Seorang Kakek Pukul Teman Satu Panti hingga Tewas Gara-gara Tidak Pipis di Kloset

"Terungkap bahwa motif pelaku karena kesal pada korban yang tidak terima diingatkan pelaku karena buang air

Seorang Kakek Pukul Teman Satu Panti hingga Tewas Gara-gara Tidak Pipis di Kloset
Internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KENDAL - Polsek Cepiring melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Mudri (80) kepada Ruswan (70) yang juga teman satu panti di wisma Bismo, Panti Pelayanan Sosial Lansia Kecamatan Cepiring, Kamis (2/1/2017).

Sebanyak 15 adegan diperagakan pelaku saat proses rekonstruksi berlangsung.

Kapolsek Cepiring AKP Sulistiyarso mengatakan proses rekonstruksi dilakukan untuk mensinkronkan keterangan dalam proses BAP yang selama ini dilakukan pada para pelaku, dan saksi.

"Terungkap bahwa motif pelaku karena kesal pada korban yang tidak terima diingatkan pelaku karena buang air kecil tidak di closet," ujar Sulistiyarso.

Korban yang merupakan warga Desa Sidorejo Kecamatan Brangsong ini emosi dan mengambil sapu lantai lalu memukulkan ke arah kepala tersangka tetapi tidak mengenainya dan mengenai tembok hingga sapu itu patah.

"Pelaku yang emosi mengambil balok kayu yang digunakan untuk mengganjal pintu lalu memukulkan kayu ke arah korban beberapa kali di kamar mandi," imbuhya.

Dalam keadaan bersimbah darah, korban yang masih bernafas merangkak keluar dari kamar mandi sampai ruang tamu.

Sulistiyarso mengungkapkan korban meninggal dunia karena pendarahan hebat di kepala dan telinga banyak mengeluarkan darah.

"Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman 7 tahun," terangnya. (*)

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved