Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jika SBY Mau Bertemu Dengan Presiden, JK Sarankan Setelah Pilkada

Wapres menyarankan pertemuan itu dilangsungkan setelah pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah serentak digelar.

Editor:
Tribunnews.com/ Amriyono Prakoso
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, keinginan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk bertemu Presiden Joko Widodo adalah hal yang wajar.

Namun, Wapres menyarankan pertemuan itu dilangsungkan setelah pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah serentak digelar.

“Saya kira Pak Jokowi pasti menerimanya. Ya setidak-tidaknnya setelah tanggal 15 (Februari) lah supaya tidak menjadi isu politik,” kata Kalla di Kantor Wapres, Jumat (3/2/2017).

Lebih jauh Wapres meminta, semua pihak dapat menahan diri agar tidak memperkeruh situasi jelang pencoblosan.

Suhu politik dua pekan jelang Pilkada DKI Jakarta cukup memanas. Terutama, pasca-tim kuasa hukum Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyebut memiliki bukti percakapan antara SBY dan Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin. 

Kuasa hukum Ahok menyebut dalam percakapan telepon tersebut, SBY meminta Ma'ruf untuk segera mengeluarkan fatwa terkait penistaan agama. Itu diungkapkan saat persidangan dugaan penodaan agama dengan terdakwa Ahok. Ma'ruf saat itu menjadi saksi. 

“Semua kita lebih tenang lah, semua masing-masing tenang dulu. Setelah tanggal 15 (Februari) lah (pertemuannya). Jadi pasti diterima lah itu,” kata dia.

SBY sebelumnya mengaku ingin bertemu Jokowi. SBY merasa perlu bertemu untuk membicarakan banyak hal terkait berbagai isu, terutama soal tuduhan yang selama ini diarahkan kepadanya.

Keinginan itu disampaikan SBY dalam jumpa pers di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Rabu sore.

SBY mengaku mendapat informasi dari tiga orang sumber bahwa sebenarnya Jokowi ingin bertemunya. Namun, ada pihak yang melarang.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai pernyataan yang disampaikan SBY kemarin sudah menyatakan secara terang benderang keinginannya untuk bertemu Jokowi.

Menurut Hinca, seharusnya Presiden dan pihak istana menangkap pesan SBY yang sudah dimuat di berbagai media itu.

Sementara pada Kamis (2/2/2017), Jokowi menyatakan akan meluangkan waktu untuk bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, hal itu menunggu permohonan bertemu dari SBY yang juga merupakan Presiden keenam RI tersebut.

"Kan saya sudah sampaikan bolak-balik, waktunya akan diatur. Tetapi kalau ada permintaan," ujar Jokowi saat diwawancarai wartawan di JCC, Senayan, Jakarta Pusat.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved