VIDEO: Debat Cawako Pekanbaru, Empat Paslon Cecar Calon Petahana
Pelaksanaan debat publik calon Walikota dan Wakil Walikota yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru, Sabtu (4/2/2017) di Hotel Pa
Penulis: Aan Ramdani | Editor: David Tobing
Laporan reporter Tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelaksanaan debat publik calon Walikota dan Wakil Walikota yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru, Sabtu (4/2/2017) di Hotel Pangeran Kota Pekanbaru.
Debat dengan tema " Meneroka Pemimpin Berintegritas Menuju Pekanbaru Kota Daya Saing Tiggi " terlaksana dengan lancar meskipun para pendukung masing-masing calon kerap menerikan yel-yel dalam debat publik ini.
Dalam pelaksanaan debat ini terbagi lima segmen. Setiap segmennya dibatasi dengan waktu yang telah ditetapkan oleh panitia pelaksana.
Dari Kelima segmen tersebut yang paling menarik adalah pada segmen ke-4 atau segmen tanya jawab anatara ke lima pasangan calon.
Cukup banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarakan pasangan calon kepada pasangan calon lain menyinggung kepemimpinan pasangan calon walikota dan Wakil Walikota nomor urut tiga atau incumbent.
Bahkan ada pula pertanyaan yang langsung ditujukan kepada pasangan nomor urut tiga ini tetang masa kepemimpinanya.
Misalnya saat pasangan nomor urut 1, Syahril-Said Zohrin menanyakan tentang diubahnya Pekanbaru dari Kota Bertuah menjadi Kota Madani.
"Kami tadi juga menyimak dari Paslon lain antara pengertian Madani dengan Bertuah, kira-kira apa yang salah pada bertuah sehingga diganti Madani," tanya Syahril diiringi sorakan para pendukung pasangan calon.
Pertanya tersebut langsung dijawab tegas oleh Firdaus, menurut dia dimasa kepemimpinanya lima tahun lalu tidak ada merubah kota Pekanbaru dari Kota Bertuah menjadi Kota Madani. "Kita tidak ada mengganti Bertuah . Madani itu adalah masyarakat yang religi, masyarakat yang agamis, mengamalkan nilai-nilai agama," tegasnya.
Ayat Cahyadi pun ikut meyakinkan dan menjawab pertanyaa tersebut. Menurut Ayat sangat jelas bahwa kepemimpinan Firdaus-Ayat tidak pernah merubah Kota Bertuah Menjadi Kota Madani.
Pekanbaru tetaplah menjadi kota Bertuah. Apa yang dilakukan dimasa kepemimpinan keduanya sudah sesuai dengan visi yang dicanangkan saat mereka maju pada Pemilihan Walikota Pekanbaru tahun 2011 silam
"Jadi,Kata Bertuah adalah motto Kota Pekanbaru yang artinya bersih, tertib, usaha bersama, aman dan harmonis. Sekali lagi kami sampaikan bawasanya visi Kota Mdani adalah Visi Firdaus-Ayat saat maju sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota 2011 dan perlu diketahui bahwa setia visi dan misi kita sampaikan kepada KPUD dan ketika terpilih jadi Walikota dan Wakil Walikota visi tersebut menjadi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah)," tambah Ayat dengan tegas.
Pertanyaan lain yang menyinggung Kepemimpinan Firdaus-Ayat adalah pertanyaan pasangan nomor urut 2, Herman Nazar - Defi Warman mengeni pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru yang dialuhkan pengelolaanya kepada pihak ketiga.
Sehingga akibatnya Kota Pekanbaru tidak mampu mempertahankan piala adipura yang sebelumnya kerap menjadi langganan dan prestasi cukup membanggakan.
"Ada perubahan terhadap sistem pengelolaan, tentu kita lihat seharusnya dapat lebih baik. Apa yang salah kira-kira sistem pengelolaan yang lama sehingga dirubah pengelolaanya kepada pihak ketiga," diiringi tepuk tangan pendukung Paslon nomor urut 2.
Pertanyaan ini mampuh dipatahkan oleh jawaban Firdaus-Ayat, Firdaus menjelaskan bahwa apa yang dilakukan olehnya tidak terlepas dari melaksanakan undang-undang. Pertama tentang undang-undang otonomi daerah nomor 23 tahun 2014 dan undang-undang 18 tahun 2008 kemudian Ranperda nomor 8 .
"Dalam Undang-undang otonomi daerah dijelaskan untuk meningkatkan pelayanan persampahan dimasyarakat maka Pemda harus bekerjasama dengan pihak ketiga," paparnya diiringi tepukan tangan merihan para pendukung Firdaus-Ayat.
Firdaus menambahkan bahwa dizaman sebelum dia memimpin Kota Pekanbaru bahwa sampah tidak hanya menjadi tanggungjawab Dinas terkait tetapi juga menjadi tanggungjawab Camat.
Sementara dizaman kepemimpinanya terjadi perubahan.
"Camat zaman dulu dengan camat zaman sekarang berbeda. Kemudian untuk adipura, zaman bapak adipura itu masih belajar dan indikatornya ditentukan dulu, kalau sekarang tidak. Penilaian ditambah partisipasi masyarakat, lima tahun kita lebih kurang dapat tiga kali (pila adipura)," katanya.
Visi dan Misi Singkat Paslon
Kelima pasangan calon memaparkan keinginan dan keseriusanya untuk membangun kota Pekanbaru jauh lebih baik lagi lima tahun kedepan. Hal ini disampaikan oleh kelima pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru disegmen pertama.
Pasangan nomor urut 1, Syahril- Said Zohrin mendapatkan kesempatan pertama memaparkan visi dan misi yang akan dilakukan lima tahun kedepan. Pasangan ini ingin terwujudnya Kota Pekanbaru yang geliat pembangunannya berbasis masyarakat, aman, nyaman, religius, mandiri dalam kebersamaan
Pasangan nomor urut 2, Herman Nazar- Defi Warman mengusung Visi dan Misi kami adalah Pekanbaru maju dan sejahter. "Kami mengusung Hefi, yakni Harmonis energik, fokus dan intelektual.
Pasangan nomor urut 3 Firdaus- Ayat yakni akan kembali melanjutkan keberhasilan yang sudah dilakukan selama menjabat lima tahun belakangan ini. Visi dan misi ini diampaikan oleh Calon Wakil Walikota Ayat Cahyadi.
"Visi dan misi pasangan nomor urut 3 terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai smart city yang madani," jelasnya.
Pasangan nomor urut 4, M.Ramli dan Irvan Herman yakni menjadikan Pekanbaru sebagai kota metropolitan yang agamis, berbuya, aman dan harmonis.
Pasangan nomor urut 5, Dastrayani Bibra- Said Usman Abdullah yakni, dengan visi mewujudkan Pekanbaru Kota Bertuah yang sejahtera dan agamis.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru, Amiruddin Sijaya mengatakan, bahwa pelaksanaan debat ini merupakan bagian dari kampanye yang diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilihan walikota dan wakil walikota Pekanbaru.
"Jadi, memang lebih mengggali dan mempertaam, visi, misi dan program dari setiap pasangan calon. Meskipun saling bertanya kita lihat Alahmadullilah setiap Paslon dewasa dan berjalanya acara yang baik ini tidak terlepas sikap dewasa Paslon," ujarnya. (Aan Ramdani)