Jumat, 17 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Tuding Ada Indikasi DPT Pemilih Fiktif di Pilkada

Hearing sempat alot. Karena beberapa anggota dewan menilai DPT pada Pilwako ini sangat amburadul. Bahkan

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor:
Tribun Pekanbaru/ Syafruddin Mirohi
Komisi I DPRD Pekanbaru menggelar hearing (rapat dengan pendapat) dengan Disdukcapil, KPU, dan Panwaslu, terkait dugaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda untuk Pilwako 15 Februari, Senin (6/2/2017). 

Laporan Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Komisi I DPRD Pekanbaru menggelar hearing (rapat dengan pendapat) dengan Disdukcapil, KPU, dan Panwaslu, terkait dugaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda untuk Pilwako 15 Februari, Senin (6/2/2017). Hearing dipimpin Ketua Komisi I Hotman Sitompul di dampingi Wakil Ketua DPRD Jhon Romi Sinaga dan semua anggota Komisi I, serta Kepala Disdukcapil Baharudin, Ketua KPU Amirudin Sijaya dan Ketua Panwaslu Indra Khalid.

Hearing sempat alot. Karena beberapa anggota dewan menilai DPT pada Pilwako ini sangat amburadul. Bahkan ada yang ditemukan di Kecamatan Tenayan Raya, DPT Ganda. Seperti yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Jhon Romi Sinaga SE. Di Kecamatan Tampan dan Payung Sekaki, menemukan secara langsung amburadulnya DPT di daerah tersebut.

Bahkan politisi PDI-P menyebutkankan, seharusnya pihak terkait bekerja aktif tentang DPT ini. Karena ini pekerjaan mudah dan bisa dilaksanakan. Jangan seperti di beberapa TPS di Kecamatan Tampan.

"Saya sendiri cek langsung ke TPS 53, 57, 60 di Kecamatan Tampan. Dari ratusan warga terdaftar di DPT tersebut, hanya puluhan saja yang terdaftar, sementara selebihnya fiktif tidak tinggal di lokasi tersebut," papar Jhon Romi sambil memperlihatkan data kepada KPU, Disdukcapil dan Panwaslu.

Dia juga menemukan beberapa data lainnya dan melaporkannya ke KPU serta Panswaslu. Namun sayangnya tidak direspon. Agar data di DPT sesuai dengan kondisi ril, Jhon Romi mengajak KPU dan tim, ke lapangan dan menjumpai para Ketua RT, untuk memverifikasi kebenaran data yang dimilikinya tersebut.

"Data kami bisa dipertanggungjawabkan, ada sekitar 30 TPS yang kami datangi. Ini serius, terdaftar sebanyak ini, yang ada orangnya hanya beberapa, yang lainnya ke mana. Ini yang kami pertanyakan," sebutnya. (Saf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved