Jika ke Siak, Jangan Lupa Kunjungi 3 Kawasan Hutan Mangrove Ini

Ketiga lokasi ada di kecamatan Sungai Apit. Anda akan berdecak kagum melihat hamparan mangrove yang lebat

Jika ke Siak, Jangan Lupa Kunjungi 3 Kawasan Hutan Mangrove Ini
Belukap mangrove club 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Jika hedak ke Siak untuk menghabisi waktu berlibur, ada banyak sekali lokasi yang menjadi referensi. Istana Siak dan kawasan turap Water Front City (WFC) menjadi tujuan wajib, karena istana sudah menjadi bukti dan akar sejarah kerajaan Siak.

Namun, ada kawasan alam lainnya yang tak kalah menakjubkan. Yakni kawasan hutan mangrove, yang berada di daerah pesisiran.

Mau tahu di mana saja lokasinya? Hanya sekitar 1 jam dari jantung kota peninggalan Sultan Syarif Kasim II itu. Yakni, hutan mangrove Mengkapan, berada di kecamatan Sungai Apit. Kedua adalah Rawa Mekarjaya dan terakhir di kampung Mekarjaya.

Ketiga lokasi ada di kecamatan Sungai Apit. Anda akan berdecak kagum melihat hamparan mangrove yang lebat di tepian pantai. Bahkan, Anda bisa berjalan-jalan di kedalaman hutan di atas jembatan kayu yang sudah dibangun masyarakat.

Di hutan mangrove Mengkapan misalnya, ada banyak sekali lokasi yang bagus untuk berfoto. Di sana juga ada gembok cinta, di mana pengunjung bisa menggantungkan gemboknya lalu membuang kuncinya ke laut. Di gembok itu, tuliskan dulu nama Anda dan pasangan.

Jangan heran, bupati Siak Syamsuar sudah menggantungkan gembok cintanya di hutan ini, pada 2016 lalu. Syamsuar membuang kuncinya ke dalam laut, sebagai bukti cintanya takkan beralih, dan sudah terkunci rapat.

Sedangkan di 2 lokasi lainnya, kedalaman hutan mangrove sudah mendapatkan apresiasi banyak pihak. Pemkab Siak menjadikan 3 lokasi itu sebagai bukti nyata atas Kabupaten Siak menjadi Kabupaten Hijau.

Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa Siak telah ditetapkan menjadi Kabupaten Hijau dan mempunyai wilayah konservasi hutan yang diresmikan oleh Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada 2016 lalu.

Untuk itu pula, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Siak guna percepatan Kabupaten hijau. Salah satunya dengan membenahi 3 lokasi hutan mangrove tersebut.

Adapun dari kalangan masyarakat Siak maupun dari luar daerah Riau turut datang untuk menanam pohon di lokasi itu.

"Komitmen kami kedepan agar bagaimana kita bisa menjaga, memelihara serta melestarikan dan mengawasi hutan dengan mendapatkan dukungan dari masyarakat," kata Syamsuar, Rabu (15/2/2017).

Selain hutan, pelestarian terhadap daerah aliran sungai juga menjadi perhatiannya, agar tidak tercemar. Pihaknya gencar melakukan sosialisasi larangan untuk tidak membuang sampah serta limbah ke aliran sungai Siak, apalagi saat ini sumber air bersih juga berasal dari sungai Siak. (*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved