Satpolair Mediasi Nelayan Rawai Rimbas Sekampung dengan Nelayan Jaring Batu.
Selain itu dalam mediasi dihadiri juga perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bengkalis Joni Handoko dan
Penulis: Muhammad Natsir | Editor:
Laporan: Muhammad Natsir
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Satpolair Polres Bengkalis memediasi nelayan Rawai Rimbas Sekampung dengan Nelayan Jaring Batu.
Pasalnya Rabu, (15/2) Malam nelayan Rawai mengamankan tiga kapal nelayan jaring batu di perairan selat Bengkalis.
Mediasi tersebut dipimpin Kanit Gakkum Polair Polres Bengkalis Ipda Bunyamin, Kamis (16/2) pagi.
Selain itu dalam mediasi dihadiri juga perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bengkalis Joni Handoko dan Kapolsek Bengkalis Syafril Thalib serta Lurah Rimbas Sekampung.
Menurut Perwakilan DKP Bengkalis, sebenarnya wilayah Selat Bengkalis tidak boleh melakukan penangkapan ikan. Baik nelayan Rawai maupun Nelayan jaring batu.
"Sesuai aturan Pemen KP nomor 71 tahun 2016 penangkapan ikan boleh dilakukan di perairan diatas 2 mil baik nelayan rawai maupun nelayan jaring batu. Namun Selat Bengkalis Jaraknya hanya 2 setengah Mill," kata Joni.
Namun, dari hasil mediasi kedua belah pihak di bolehkan melakukan penangkapan ikan di Selat Bengkalis. Namun saling menjaga jarak agar tidak terjadi konflik.
"Kalau nantinya mereka melanggar dan terjadi konflik karena berdekatan kita akan cabut hasil mediasi ini. Wilayah Selat Bengkalis akan disterilkan dari penangkapan ikan baik rawai maupun jaring batu," kata dia.
Hasil mediasi ini, perlaku sampai pemkab Bengkalis mengeluarkan Perda yang mengatur wilayah tangkapan nelayan rawai dan nelayan jaring batu.
"Kita sedang mengumpulkan bahan untuk pembentukan Perda ini," ungkap Joni. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/mediasi_20170216_153953.jpg)