Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Andalkan Riau, Menteri Pertanian Sasar Pasar Singapura dan Malaysia

Saat ini kebutuhan hasil pertanian organik dari kedua negara tetangga itu diimpor Vietnam dan Pakistan yang memasok sebanyak 1,5 juta ton per tahun.

Penulis: Theo Rizky | Editor: M Iqbal
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman memberi arahan di Gedung Techno Park Pelalawan, Jumat (16/2/2017). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menargetkan pembukaan lahan pertanian organik seluas 100 ribu hektare di Riau bertujuan untuk menguasai pasar Singapura dan Malaysia.

Dalam siaran pers yang diterima Tribun, Mentan optimis dalam tiga tahun ke depan, Indonesia dan Riau khususnya bisa memasok kebutuhan pasar bahan pertanian seperti beras, sayuran, dan jagung kepada dua negeri jiran tersebut. Hal itu untuk menggantikan posisi Vietnam dan Pakistan yang telah lebih dulu menguasai pasar pertanian di sana.

"Di Kabupaten Pelalawan, Riau ini jarak ke Singapura dan Malaysia bisa ditempuh dalam satu jam. Kita buka pertanian organik 100 ribu hektare di sini maka kita harus bisa suplai ke sana. Ada 30 juta orang di Malaysia dan 5 juta orang di Singapura yang merupakan pasar kita," ungkap Mentan Andi Amran Sulaiman usai melakukan kunjungan kerja di tiga lokasi yaitu panen raya di Kuala Kampar, dan techno park pusat teknologi Kabupaten Pelalawan, serta peninjauan penanaman bibit jagung di kebun sawit Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (17/2/2017).

Dijelaskannya, saat ini kebutuhan hasil pertanian organik dari kedua negara tetangga itu diimpor dari Vietnam dan Pakistan yang memasok sebanyak 1,5 juta ton per tahun. Padahal Riau yang menjadi daerah perbatasan mempunyai keuntungan strategis untuk menyediakan kebutuhan pertanian organik bagi kedua negara tersebut.

Apalagi, program pertanian di Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura terbukti berhasil mengurangi angka kemiskinan dengan cukup signifikan.

"Dulu sebelum dibuka pertanian padi dan jagung angka kemiskinan di Pelalawan mencapai 60%. Setelah dibuka pertanian, orang miskin di Pelalawan kini hanya tinggal 10%. Karena itu, paling lambat dua tahun kemiskinan di daerah ini harus 0," tegas Amran.

Sebagai bukti komitmen pemerintah, lanjut Mentan, pihaknya akan mengalokasi dana bantuan reguler sebesar Rp200 miliar untuk 100 ribu hektare pertanian organik di Riau. Belum lagi bantuan yang telah diberikan sebanyak 20 traktor dengan nilai sebesar Rp10 miliar.

"Itu merupakan perintah Bapak Presiden untuk membangun dari pinggiran supaya terjadi pemerataan," ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga menjamin kebutuhan pupuk subsidi bagi para petani yang akan masa musim tanam di seluruh Indonesia. Pupuk cukup tersedia untuk mensukseskan swasembada pangan di Indonesia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved