Tiba Di Inhil, BRG RI akan Lakukan Pemetaan Lahan Gambut Inhil

Sedangkan Bupati HM Wardan didampingi Sekda H Said Syarifuddin, Asisten I Setda Inhil Afrizal, Ketua Komisi I

Tiba Di Inhil, BRG RI akan Lakukan Pemetaan Lahan Gambut Inhil
Tribun Pekanbaru/ T. Muhammad Fadhli
Kedatangan Kepala BRG RI, Nazir Foead beserta rombongan disambut Bupati HM Wardan didampingi Sekda H Said Syarifuddin, Asisten I Setda Inhil Afrizal, Ketua Komisi I DPRD Inhil HM Yusuf Said dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Inhil di Kediaman Dinas Bupati Inhil, Selasa (22/2/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: T. Muhammad Fadhli

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Sebelum melaksanakan tugasnya melakukan pemetaan dengan melihat tata ekologi gambut yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia (RI) di sambut oleh Bupati Inhil HM Wardan di kediaman dinasnya Jalan Bunga Tembilahan, Selasa (21/2/2017) malam.

Kedatangan Kepala BRG RI, Nazir Foead, di dampingi Deputi IV BRG Dr Haris Gunawan, Kelompok Ahli BRG Prof Ashaluddin Jalil, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Riau, tiga personel Gakkum KLHK dan anggota BRG lainnya.

Sedangkan Bupati HM Wardan didampingi Sekda H Said Syarifuddin, Asisten I Setda Inhil Afrizal, Ketua Komisi I DPRD Inhil HM Yusuf Said dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Inhil.

Bupati Wardan merasa bangga atas kunjungan Kepala Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia yang secara langsung melihat kondisi gambut di Kabupaten Inhil.

Apalagi lebih 97 persen areal dan lahan di Inhil terdiri dari gambut, jadi melalui BRG bagaimana mempertahankan dan pengembangan kondisi gambut yang ada di Inhil bisa diketahui.

“Melalui program tim dari BRG, dalam waktu dekat ini akan dilakukan pemetaan lahan – lahan gambut yang bisa di kembangkan dan mana lahan yang di persiapkan untuk penyerapan air,” ujar Bupati Wardan.

Meskipun selama ini pemanfaatan tanah gambut sudah berkembang berupa kearifan lokal yang dimiliki masyarakat sejak dahulu berupa perkelapaan dan tanaman lainnya seperti nenas, kopi dan kakao yang merupakan tanaman yang bisa di kembangkan dan sangat cocok dengan kondisi gambut di Inhil. Bupati berharap dengan pemetaan yang dilakukan BRG di Inhil dapat mengetahui kawasan gambut yang bisa dikembangkan.

Selain itu Pemkab Inhil juga sudah melakukan kerjasama dengan Universitas Riau (UR) untuk melakukan pemetaan terhadap kawasan yang sudah tertanam.

“Pada tahun ini akan selesai, kita akan memiliki data yang benar sehingga dalam perencanaan pembangunan sesuai dengan data,” tukas Bupati. (*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved