Indragiri Hilir

TP PKK Dan P2TP2A Inhil Dukung Kebijakan Penanganan Ngelem Oleh Pemkab Inhil

P2TP2A Kabupaten Inhil juga telah bekerjasama dengan sekuruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait lainnya untuk permasalahan ini.

TP PKK Dan P2TP2A Inhil Dukung Kebijakan Penanganan Ngelem Oleh Pemkab Inhil
Tribun Pekanbaru/T. Muhammad Fadhli.
Hj. Zukaikhah Wardan 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Inhil mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam rangka penanganan dan pemberantasan terhadap perilaku mengisap lem (ngelem) dan bahan adiktif lainnya.

Hj. Zulaikhah Wardan, selaku Ketua dari dua lembaga tersebut menuturkan, pihaknya turut peran serta dalam kasus ngelem dan kecanduan lainnya. Karena berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Menurutnya, pada TP PKK sendiri, persoalan ini terkait di Pokja 1, yaitu adanya pembinaan generasi muda dengan kasih sayang, salah satunya adalah menghidupkan kembali bahwa anak - anak ini bukan hanya perlu pendidikan, tapi perlu kasih sayang dari orangtua.

“Dengan kasih sayang yang diberikan dari orangtua dengan perhatian yang cukup, insyaallah hal - hal yang tidak kita inginkan seperti ngelem dan lainnya ini bisa dikurangi atau paling tidak bisa kita tekan,” tuturnya kepada Tribun Pekanbaru di Tembilahan belum lama ini.

Sementara itu, P2TP2A Kabupaten Inhil juga telah bekerjasama dengan sekuruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait lainnya untuk permasalahan ini.

“Masalah kecanduan ini merupakan salah satu program utama kita dalam rangka melindungi anak - anak kita yang menjadi korban ngelem. Kita juga berkerjasama dengan RSUD, Dinas Kesehatan, Polres, Kodim dan pihak terkait lainnya,” ujarnya lagi.

Menurutnya lagi, hal ini telah menjadi tanggung jawab pemerintah melalui sektornya yang menangani ini, mengingat banyak anak – anak tersebut yang memiliki latar kehidupan yang tidak mampu dan banyak masalah dalam keluarganya.

“Dalam penjaringan anak - anak yang menjadi korban ini, kebanyakan mereka yang tidak bisa lagi dikembalikan kepada orangtuanya yang sudah tidak mampu lagi,” ucap Ibuk Bupati Inhil ini.

Perempuan yang akrab disapa Ika ini berharap, mudah - mudahan dengan kerjasama yang baik dan betul - betul dilaksanakan dilapangan dapat mewujudkan apa yang diharapkan, yaitu menjadikan Inhil bebas ngelem dan perilaku kecanduan lainnya.

“Kita harapkan angka korban ngelem di Inhil bisa ditekan, bahkan kalau bisa Inhil bebas ngelem,” harapnya. (*)

SUBSCRIBE Youtube --> Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook --> Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter --> @tribunpekanbaru.

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved