Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Angkutan Bertonase Besar Akibatkan Kerusakan Jalan Pujud-Mahato

Seringnya dilalui kendaraan bertonase besar, membuat jalan lintas Pujud-Mahato, Kabupaten Rohil semakin bertambah parah kerusakannya.

Penulis: Alex | Editor: Muhammad Ridho
Tribun Pekanbaru/Alex
Anggota DPRD Riau, Husaimi Hamidi (berbaju putih) bersama warga Kecamatan Pujud bergotong royong perbaiki jalan Mahato-Pujud, Minggu (5/3/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Seringnya dilalui kendaraan bertonase besar, membuat jalan lintas Pujud-Mahato, Kabupaten Rokan Hilir semakin bertambah parah kerusakannya.

Tidak hanya itu, melalui jalan yang tidak seharusnya dilakui oleh mobil bermuatan besar tersebut, juga memancing terjadinya pungli oleh oknum tertentu, bahkan bisa berkali-kali terkena pungli ketika melewati jalan tersebut.

Anggota DPRD Riau asal Rokan Hilir, Husaimi Hamidi mengatakan, akibat seringnya dilalui mobil bertonase besar tersebut, tidak jarang terjadi kemacetan yang cukup panjang, seperti Minggu (5/3/2017).

"Bahkan kemacetan sudah sejak hari sebelumnya, karena kendaraan bertonase besar tersebut dipaksakan melewati jalan ini, akhirnya terkendala di jalan, dan tak bisa meneruskan perjalanan, macet pun tak bisa dihindari. Ini bukan kali pertama terjadi," kata Husaimi kepada Tribun, Minggu.

Kondisi ini menurutnya juga membuka peluang terjadinya praktek pungli bagi kendaraan bertonase besar tersebut ketika melewati jalan Pujud-Mahato tersebut. Sehingga sang sopir bisa beberapa kali harus melakukan pembayaran yang harusnya tidak ada tersebut.

"Sopirnya kasihan. Mereka harus membayar beberapa kali. Karena hal tersebut alan membuka peluang pungli. Karena itu, puso besar tersebut haruanya tisak dipaksakan melewati jalan tersebut," tuturnya.

Dikatakan Husaimi, jumlah mobil bertonase besar tersebut tidak sedikit jumlahnya yang melewati jalan itu. Daya angkutnya pun tidak ringan, yakni sekitar 26 hingga 50 ton.

Seharusnya menurut dia, dinas perhubungan Provinsi Riau turun tangan untuk mengontrol kendaraan, agar yang melewati jalan tersebut adalah yang sesuai dengan kapasitas jalan.

"Provinsi harus turun mengontrol jalan, kalau tidak kerusakan jalan ini akan semakin parah," tuturnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved