Komunitas Backpacker Jelajahi Wisata Sejarah Pekanbaru dengan Berjalan Kaki
"Baru sebatas untuk anggota yang sudah tergabung di grup WA kita, karena memang konsep ini masih seperti uji
Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Hendri Gusmulyadi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komunitas Backpacker Pekanbaru, bakal melakukan eksplorasi tempat-tempat bersejarah Pekanbaru bersama Pekanbaru Heritage Walk pada Sabtu, (11/3/2017) besok.
Jadi memang konsepnya mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Pekanbaru dengan berjalan kaki," sebut salah seorang anggota Backpacker Pekanbaru, Romelos Siwalette, Kamis (8/3/2017).
Dalam kegiatan ini, Backpacker Pekanbaru tidak membatasi anggota yang akan ikut dalam kegiatan.
"Baru sebatas untuk anggota yang sudah tergabung di grup WA kita, karena memang konsep ini masih seperti uji coba atau pengenalan jadi tidak diposting di grup besar," sebut Romelos.
Latar belakang kegiatan ini terang Romelos, dikarenakan masih banyaknya tempat-tempat bersejarah di Riau khususnya Pekanbaru yang belum dan kurang terpublikasi selama ini.
Dengan ditaja kegiatan seperti ini, Backpacker Pekanbaru punya keinginan wisata sejarah mampu menjadi trend dan salah satu andalan wisata di Riau dan Pekanbaru secara khusus.
"Teman-teman yang ikut nantinya bisa menyebar luaskan berita atau gambar yang diambil selama kegiatan kepada orang banyak, khusus nya pelancong dari luar Riau," ujarnya.
"Seringnya kali ditanya soal potensi wisata Pekanbaru khususnya, kan pada bingung apa aja, heritage walk bisa jadi salah satu alternatif untuk itu," lanjut Romelos.
Unik Dengan Kopdar Sarung
TERDAPAT hal unik pada gelaran kopi darat (kopdar) Backpacker Pekanbaru minggu lalu, Sabtu (4/3/2017), yang di gelar di Nello Coffee and Vaporizer, Komplek Perkantoran Mega Asri, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Waktu itu, Backpacker Pekanbaru tampil beda dengan kostum sarung yang dikenakan oleh seluruh anggota yang hadir.
"Jadi tujuan kami pengen tampil beda dari yang biasanya, jadi minggu lalu dengan dress code sarung. Setiap anggota harus mengenakan sarung sebagai pakaian atau sebagai aksesoris pakaiannya dan dibuat sekreatif mungkin. karena kemarin kita adakan pemilihan juga untuk yang paling kreatif," kata Romelos.
Selama ini, kopdar Backpacker Pekanbaru masih monoton dan hanya dihadiri oleh anggota-anggota lama. Dengan kopdar sarung, hal itu diharapkan dapat memancing semua anggota untuk hadir dalam kopdar.
"Tujuannya agar teman-teman gak merasa jenuh kalau dengan kopdar yang monoton," imbuhnya.
Kopdar rutin bulanan Backpacker Pekanbaru, juga dirangkai dengan talkshow tentang kopi, ice breaker dan pengenalan anggota yang baru bergabung.
"Kemarin kita juga pembentukan panitia baksos Ramadan," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/backpaker_20170308_171502.jpg)