Program Asuransi Sapi Belum Dimanfaatan Peternak
Sejauh ini, Disnakbun Rohul baru sosialisasikan program asuransi ternak bersubsidi ke para peternak sapi di
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Donny Putra
TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Program asuransi dicanangkan Pemerintah Pusat belum dimanfaatkan kalangan peternak sapi, meski Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah gencar melakukan sosialisasi.
Kepala Disnakbun Rohul, Sri Hardono, mengatakan program asuransi sapi dilakukan pemerintah adalah untuk mengantisipasi peternak tidak merugi.
Sejauh ini, Disnakbun Rohul baru sosialisasikan program asuransi ternak bersubsidi ke para peternak sapi di Kecamatan Rambah dan Kecamatan Rambah Hilir.
Asuransi ini langsung dari pemerintah agar para peternak sapi tidak merugi, dan anggotanya pun terbatas yakni 120 Ribu seluruh indonesia. Untuk itulah pihaknya berusaha mendapatkan 10 persen dari kuota yang telah disediakan.
"Baru 437 ekor sapi yang di Rohul yang diansuransikan oleh peternaknya, padahal target kita 4 ribu sapi yang diansuransikan," imbuhnya.
Diterangkanya, keuntungan bagi sapi yang masuk asuransi yakni, jika sapi mati akan mendapatkan Rp 10 juta, termasuk sapi yang hilang karna di curi. Dan para peternak hanya dikenakan biaya Rp 40 ribu/tahunya, karna sudah di subsidi oleh pemerintah.
"Yang paling penting, sapi yang boleh masuk asuransi hanya sapi yang masuk dalam kelompok, jadi kalau peternak belum masuk, tinggal masuk saja ke kelompok yang ada di desanya," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sri-hartono_20170313_170903.jpg)