Tentara Irak Kembangkan Granat Shuttlecock Untuk Serang ISIS
Mereka membuat granat shuttlecock yang diperlengkapi pada drone untuk menyerang pasukan teroris ISIS
Penulis: | Editor:
TRIBUNPEKANBARU.COM - Tentara Irak membuat inovasi baru untuk memerangi ISIS.
Dilansir dari dailymail pada Kamis (16/3/2017) mereka membuat granat shuttlecock yang diperlengkapi pada drone.
Shuttlecock yang biasa kita sebut dengan kok ini seperti kita ketahui merupakan bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis.
Namun kali ini mereka melengkapi bola itu dengan granat dan digunakan untuk berperang melawan aksi teroris.
Mereka beralasan bahwa granat kok ini akan menjaga keseimbangan granat dan memastikan jatuhnya bom lebih akurat ke sasaran.
ISIS disampaikan telah menggunakan taktik serupa untuk menjatuhkan bum terhadap pasukan koalisi musuh dan warga Irak.
Setelah melihat efektivitas mereka, mereka kemudian berinovasi untuk membuat granat tersebut.
Polisi federal Kolonel Hussein Muayad telah mengadopsi taktik, melengkapi drone pengawas mereka yang dikendalikan dari jarak jauh dengan granat 40 mm, yang biasanya ditembakkan dari peluncur granat.
"Warga akan menatap langit selama pertempuran Mosul, takut drone ISIS, sekarang musuh yang matanya tidak pernah meninggalkan langit." kata Nuayad.
Nuayad juga mengatakan bahwa drone musuh dapat menambakkan dengan drone hanya satu kali, namun drone mereka dapat menembakkan granat sampai 4 kali.
Letnan Jenderal Raed Shaker Jawdat dari polisi federal yang juga mengambil bagian dalam pertempuran bersama unit pasukan khusus mengatakan taktik baru itu dinilai telah sangat efektif.
Dikatakannya puluhan teroris telah tewas dan terluka, dan gerakan para teroris ISIS telah lumpuh.
Jawdat mengatakan bahwa senjata yang mereka ciptakan itu berbentuk lonjong dan berukuran kecil.
Pada ujungnya diperlengkapi dengan granat bulat dengan pin di dekat ujungnya.
Lalu pada bagian belakang dilengkapi dengan kok bulu tangkis untuk menjaga keseimbangan saat dijatuhkan.
"itu akan membuatnya seimbang karena dijatuhkan" ungkap Jawdat.
Drone kemudian akan dikendalikan dari jarak jauh untuk menetukan posisi target yang akan diserang menggunakan senjata itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/granat-kok_20170316_211651.jpg)