Tiga Rumah Pejabat Kupang Jadi Tempat Berteduh Kambing dan Babi
"Sekarang rumput tebal, kambing dan babi yang berteduh di tiga rujab itu. Bangunannya mewah Pak, tapi tidak
TRIBUNPEKANBARU.COM, OELAMASI - Sejak tahun 2010, tiga rumah jabatan (Rujab) di Komplek Civic Center Oelamasi untuk Bupati, Wabup dan Sekda Kupang, belum ditempati sehingga rumah itu lebih mirip 'istana hantu'
Tiga rujab itu dibangun pertama tahun 2010 dengan dana Rp hampir Rp 5 miliar dan belum digunakan dan tahun 2016 tiga rujab itu direhab lagi dengan dana Rp 4,3 miliar.
"Sekarang rumput tebal, kambing dan babi yang berteduh di tiga rujab itu. Bangunannya mewah Pak, tapi tidak ada pejabat yang tingga. Mungkin jadi tempat tinggal hantu dan setan saja," jelas Loren de Araujo, warga eks Timtim, yang berdomisili dekat Komplek Civic Center, Rabu (15/3/2017) siang.
Tukang ojek yang mangkal di depan gerbang Civic Center ini mengungkapkan karena tidak pernah digunakan dan dibiarkan tanpa pemeliharaan, maka pada hari Selasa 17 Agustus 2015 malam, rujab Sekda Kupang yang berdampingan dengan rujab wakil bupati terbakar hangus tanpa sisa.
"Tidak tahu kenapa terbakar. Belum pasang listrik kok bisa terbakar? Heran," kata Lorens seraya mengantar Pos Kupang berkeliling di tiga rujab tersebut.
Tiga rujab itu, lanjutnya, sudah dibangun pagar keliling namun belum dipasang pintu gerbang sehingga kambing, babi dan sapi sering masuk dan berteduh di dalam.
Ny. Brigita Lopez, petani kacang yang berdomisili di belakang komplek rujab, mengatakan sejak dibangun tahun 2010, belum ada pejabat yang tinggal di situ.
"Kalau malam minggu cuma dengar anak-anak muda minum mabuk sambil bernyanyi dengan suara keras. Kadang mereka bakar ikan dan ayam di situ," cerita Ny. Lopez.
Sekda Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan tiga rujab itu belum ditempati karena pekerjaan belum rampung.
"Belum ada listriknya dan air. Belum ada meubelair dan sarana pendukunng lainnya. Selain itu rujab Sekda yang terbakar tahun 2015 lalu reruntuhan gedungnya belum dirobohkan dan dibersihkan. Sementara gedung baru sudah dibangun," jelas Paut.
Tahun 2017 ini, kata Paut, ia dan bupati serta wabup Kupang akan tinggal di rumah jabatan yang sudah dibangun sejak tahun 2010 lalu.
"Kami berharap tahun ini sudah tinggal di Civic Center sehingga pelayanan administrasi, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan menjadi lebih lancar lagi. Jadi masyarakat dari Amfoang tidak perlu cari kami sampai ke Kota Kupang," jelas Paut.
Sampai sekarang Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, masih menempati rujab lama di Kelapa Lima, sedangkan Wabup dan Sekda Kupang masih menempati rumah pribadi di Kawasan Walikota Kupang.
Pantauan Pos Kupang, Selasa siang, atap 3 gedung rujab sudah diganti baru. Dindingnya yang kusam dan menghitam sudah dicat baru.
Namun rumput liar masih mengepung halaman. Pintu gerbang di depan rujab belum dipasang. Sedangkan pagar keliling sudah ada namun belum dicat rapi.
Selain itu bekas gedung terbakar di rujab Sekda Kupang belum dirobohkan dan belum dibersihkan sehingga terkesan menyeramkan.
Tiga pos jaga yang terletak di depan rujab itu, sudah diperbaiki. Namun kini jadi tempat berteduh kambing. Cirit dan kencing kambing yang menyengat terasa menyergap hidung ketika wartawan meninjau ke sana. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kelompok-tani-tunas-mekar-desa-sri-gemilang-terima-kambing_20160522_111610.jpg)