Rabu, 27 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kasus Mutilasi

Kasus Mutilasi di Bengkalis Diduga Karena Hutang-piutang

Kasus pembunuhan dan mutilasi di Kabupaten Bengkalis akhir pekan lalu diduga bermotif hutang-piutang.

Tayang:
Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Sesri
tribunpekanbaru/Ilham Yafiz
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Kasus pembunuhan dan mutilasi di Kabupaten Bengkalis akhir pekan lalu diduga bermotif hutang-piutang. Pelaku, Hary yang saat ini buron membunuh korban, Bayu Santoso dengan menikam dari belakang menggunakan dua senjata tajam.

"Motif awalnya karena hutang piutang. Sakit hati, pelaku menghabisi korban menusuk dari belakang," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada Tribun, Rabu (29/3/2017).

Pembunuhan di Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat tersebut dilakukan di kediaman korban. Tragisnya, korban, setelah dibunuh langsung dipotong-potong, atau dimutilasi.

Potongan tubuh tersebut lantas disimoat di dalam tas, dan dimasukkan ke dalam drum. Pelaku sampai saat ini masih berstatus buron.

"Tim masih melakukan pengejaran terhadap pelaku," tegas Guntur.

Baca: Foto Korban Mutilasi di Rupat Tersebar di Facebook

foto korban mutilasi rupat utara tersebar di facebook
foto korban mutilasi rupat utara tersebar di facebook (capture)

Seperti yang diberitakan sebelumnya, potongan-potongan tubuh Bayu Santoso kemudian dimasukkan ke dalam koper dan disembunyikan di drum.

“Perbuatan itu dilakukan di ruko milik pelaku, HA (Hary),” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Senin (27/3/2017).

Baca: Tetangga Melihat Tersangka Telanjang Badan Usai Memutilasi Bayinya Sampai Tewas

Baca: Tak Tahan Dengar Kronologis Mutilasi Siak, Pengunjung Keluar Ruang Sidang

Pembunuhan sadis terjadi pada Jumat (24/3/2017) malam, namun baru terungkap berkat laporan dari saksi mata bernama Andrean alias Gondrong.

Saat pembunuhan terjadi, Andrean segera keluar dari ruko dan kabur ke hutan untuk menyelamatkan diri. Ia baru keluar dari hutan setelah merasa situasi aman dan segera melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Medang.

Andrean kepada polisi menuturkan, pada malam kejadian, sekitar pukul 23.00 WIB, ia ditelepon oleh Hary untuk datang ke rukonya di Jalan Riau RT 002 RW 001 Desa Tanjung Medang, Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis. Ruko itu sekaligus tempat usaha permainan biliar yang dikelola Hary.

Setiba di ruko, Hary menyuruh Andrean untuk menelepon Bayu Santoso melalui telepon seluler (ponsel) agar segera datang ke tempat permainan biliar tersebut. Tanpa rasa curiga, Bayu datang dan masuk ke ruko. Pria 38 tahu itu juga tidak curiga ketika Hary kemudian mengunci ruko dari dalam.

Bayu Santoso, yang duduk di kursi depan meja biliar, tak menyadari ketika Hary masuk ke kamar mandi. “Keluar dari kamar mandi, pelaku membawa dua bilah pisau dan langsung menikam punggung korban (Bayu Santoso) dari arah belakang,” ujar Kombes Guntur Aryo Tejo.

Tak ayal lagi, Bayu langsung ambruk bersimbah darah. Andrean kaget luar biasa melihat kebrutalan Hary. Khawatir menjadi sasaran berikutnya, pemuda 29 tahun itu segera berlari ke pintu, membuka kunci, dan langsung kabur ke hutan di sekitar perkampungan tersebut.

Pada malam itu Andrean bermalam di hutan. Keesokan harinya, ia tidak langsung keluar dari hutan. Ia menunggu hingga situasi benar-benar aman. Ketika memutuskan keluar dari hutan, ia bergegas pergi ke markas Polsek Tanjung Medang untuk melaporkan peristiwa pembunuhan sadis dan brutal tersebut.

Mendapat laporan dari Andrean alias Gondrong, aparat Polsek Tanjung Medang segera bertolak ke ruko Hary, Senin. Pria keturunan Tionghoa ternyata sudah tidak ada di rukonya tersebut. Pintu ruko sendiri sudah dikunci.

Setelah dibuka, aparat kepolisian mencium bau dari arah sebuah drum berwarna biru. Setelah dibuka, bau bangkai semakin menyengat.

Terlihat satu koper berwarna biru yang setelah diangkat ternyata cukup berat. Ketika dibuka, terlihat potongan-potongan tubuh di dalamnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Guntur Aryo Tejo mengemukakan, pelaku Hary diduga memutilasi Bayu Santoso, warga Jalan Datuk Laksamana RT 01 RW 01, Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis, dengan menggunakan dua bilah pisau, sangkur dan pisau genggam. Jasad Bayu Santoso kemudian dibawa ke RSUD Dumai untuk dilakukan proses otopsi dan VER.

“Sementara pelaku HA (Hary) masih terus diburu,” ujar Kombes Guntur Aryo Tejo.

Selain Andrean alias Gondrong selaku saksi mata, kepolisian juga memintai keterangan dua saksi lainnya yakni Ali Akbar (25) dan Nurul Hasni alias Parah (28).

Sementara barang bukti yang diamankan polisi berupa dua pisau jenis sangkur, pisau genggam, serta baju dan celana korban.

Ditanya mengenai motif pembunuhan sadis tersebut, Kombes Guntur Aryo Tejo mengatakan masih dalam penyelidikan kepolisian. (*)

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved