Kasus Mutilasi
Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi di Rupat Utara diduga Sindikat Bandar Narkoba
Menurut Kapolres, kuat dugaan mereka membunuh Bayu karena korban akan membocorkan jaringan narkoba kelompok pelaku Hari, Gondrong dan AA ini
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Sesri
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Muhammad Natsir
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Bayu Santoso warga desa Tanjung Medang kecamatan Rupat Utara diduga merupakan sindikat jaringan Bandar narkoba.
Hal ini diungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono kepada tribun, Senin (3/4) Pagi di Mapolres Bengkalis.
Menurut Kapolres, kuat dugaan mereka membunuh Bayu karena korban akan membocorkan jaringan narkoba kelompok pelaku Hari, Gondrong dan AA ini.
Baca: Lokasi Terisolir, Sehingga Pelaku Leluasa Memutilasi Korban Jadi 13 Potong
Baca: Pelaku Mutilasi Melarikan Diri ke Jakarta Bersama Anak dan Istrinya
"Mereka ini kuat dugaan sebagai Bandar narkoba di sana. Korban Bayu Santoso mengetahui kegiatan mereka dan mengancam akan melaporkan ke pihak kepolisian," kata Hadi.
Karena ketidak nyamanan para pelaku korbannya mengetahui aktifitas narkoba mereka, makanya tindakan pembunuhan tersebut di lakukan.
Lebih lanjut ungkap Kapolres, saat ini baru dua pelaku yang diamankan, yakni Hari yang diduga pelaku utama melakukan Mutilasi, kemudian Gondrong yang ikut serta dalam pembunuhan. Dan dia juga sebagai pelapor pembunuhan Bayu tersebut.
"Sementara AA saat ini masih dalam pengejaran. Mudah mudahan dalam waktu dekat bisa kita ringkus," terang Kapolres Bengkalis.(*)
SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,
LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kapolres-bengkalis-akbp-hadi-wicaksono-ok_20170403_150225.jpg)