Belajar Debat Melalui Media Sosial
Media sosial yang dimanfaatkan satu di antaranya adalah Youtube, yang menampilkan banyak video debat tentang berbagai topik debat.
Penulis: Nolpitos Hendri | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Debat menjadi satu di antara kegiatan yang banyak diminati anak muda saat ini. Selain banyak membaca buku untuk menambah pengetahuan, debat juga menjadi satu di antara altrnatif menambah pengetahuan bagi anak muda, bahkan bisa sekaligus meraih prestasi. Untuk belajar debat di zaman teknologi canggih saat ini, tidak perlu membayar pelatih, bisa dengan memanfaatkan media sosial.
Media sosial yang dimanfaatkan satu di antaranya adalah Youtube, yang menampilkan banyak video debat tentang berbagai topik debat. Selain belajar tentang topik debat, melalui media sosial itu juga bisa sekaligus belajar teknik debat itu sendiri. Di antara anak muda yang memanfaatkan media sosial untuk belajar debat adalah Riki.
Mahasiswa asal Kampar ini suka melihat debat di media sosial, selain untuk menambah pengetahuannya juga untuk belajar debat. Ia menyukai debat karena debat itu sebuah sarana untuk melatih dirinya menjadi percaya diri dan bisa bicara di depan orang banyak, sesuai dengan cita-citanya ingin menjadi seorang politikus.
“Saya ingin menjadi seorang politikus, maka perlu belajar bagaimana bicara di depan umum. Saya belajar melalui debat, dan sekaligus menambah pengetahuan tentang berbagai bidang sosial, politik dan kemasyarakatan,” ungkap Riki kepada Tribunpekanbaru.com pada Jumat (7/4).
Anak muda yang juga suka debat dan belajar debat dari media sosial adalah Indah. Selain belajar debat dari media sosial, Indah juga belajar debat dari televisi. Hal-hal yang dipelajari Indah tentang debat dari media sosial dan televisi adalah manner, metode, dan isi. Ia juga belajar bagaimana mengumpulkan data dan referensi, serta strategi debat.
“Melalui media sosial dan televisi itu, saya belajar debat secara otodidak. Walau belajar secara otodidak, saya bisa meraih beberapa juara dalam lomba debat, baik di tingkat Pekanbaru maupun provinsi,” ungkap Indah.
Josua menyukai debat karena ia seorang yang kritis dan ia menyukai publik speaking. Melalui debat ia bisa mengembangkan pola pikirnya dan mengasak kepercayaan dirinya. Josua kritis tentang kebijakan pemerintah, dan melalui debat itu ia bisa kritis secara intelektual. Untuk belajar debat, Josua juga memanfaatkan perkembangan teknologi yakni media sosial.
“Saya belajar debat sejak, mulai dari memperhatikan orang debat, baik di televisi maupun di media sosial Youtube. Saya menyukai debat karena saya ingin menjadi seorang Menteri Dalam Negeri,” ungkap Josua.
Fitri menyukai debat karena karena ia biasa berfikir kritis dan banyak membaca. Ia terinspirasi mendalami debat sejak SMA. Selain belajar dari seniornya di sekolah, ia juga belajar debat dari media sosial.
“Video debat banyak tersedia media sosial, baik di Facebook, Youtube dan juga sharing dari teman-teman. Saya belajar debat dari video tersebut, dan saya dan teman-teman juga sering berbagi video debat yang asik dan enak untuk dipelajari,” ungkap Fitri.
Bagi Yeni, debat satu di antara banyak cara dalam menyalurkan hobi dan sekaligus belajar dan mengejar prestasi. Untuk itu, ia pun belajar debat, dan ia merasa memiliki kemampuan di dalam debat.
“Debat itu bisa memperluas wawasan, dan mengasah retorika serta belajar menarik perhatian orang dengan hal yang positif. Selain belajar debat di club debat, Yeni juga belajar debat melalui video debat di media sosial. Melalui video itu, ia belajar teknik debat dan sekaligus menambah pengetahuan tentang berbagai topic debat,” ungkap Yeni. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/josua-butar-butar_20170407_230405.jpg)