Anggota Dewan Minta Rumah Sakit Prioritaskan Pasien DBD
Sekretaris Fraksi Gabungan DPRD Pekanbaru Zulfan Hafiz ST menekankan, selain keseriusan pemerintah,juga diharapkan peran seluruh rumah sakit bisa beke
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Sesri
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banyaknya korban Demam Berdarah Dengue (DBD), bahkan ada yang sampai meninggal dunia di Kota Pekanbaru, mengharuskan persoalan ini ditangani secara serius. Bahkan semua pihak diharapkan, berkomitmen bersama untuk saling bahu membahu mengatasi persoalan ini.
Sekretaris Fraksi Gabungan DPRD Pekanbaru Zulfan Hafiz ST menekankan, selain keseriusan pemerintah menangani kasus DBD ini, juga diharapkan peran seluruh rumah sakit bisa bekerjasama. Baik rumah sakit swasta, apalagi milik pemerintah.
Bahwa rumah sakit, harus memprioritaskan semua pasien DBD yang berobat tanpa terkecuali. Apalagi pasien yang menggunakan jasa BPJS. Legislator mewanti-wanti, jangan sampai ada rumah sakit yang menolak pengobatan pasien yang terserang DBD.
"Kita harapkan rumah sakit juga membantu. Jangan ada yang mempersulit. Siapapun korbannya, harus segera ditangani secara serius. Kita juga tidak inginkan, hanya karena pasien BPJS, lalu dipersulit dengan berbagai alasan. Itu jangan sampai terjadi," pinta Zulfan saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com, Senin (10/4/2017).
Seperti diketahui, berdasarkan data dari Diskes Pekanbaru kemarin, hingga pekan ke-13 tahun ini, jumlah kasus DBD di Pekanbaru melonjak menjadi 205 kasus. Jumlah ini naik dari minggu sebelumnya yakni sebanyak 186 kasus. Bahkan satu orang balita dinyatakan dokter meninggal dunia karena DBD. (*)
SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,
LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pasien-dbd-di-rsud-meningkat_20160203_205752.jpg)