Kasus Mutilasi
Ini Alasan Pelaku Hingga Tega Memutilasi Tubuh Korbannya
Hal itu dilakukannya karena bingung saat akan membuang jasad korban. Ia pun tak sanggup mengangkatnya sendiri.
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: M Iqbal
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Muhammad Natsir
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Saat pra rekonstruksi pembunuhan sadis di Tanjung Medang, Rupat Utara yang dilaksanakan Satreskrim Polres Bengkalis, Senin (10/4/2017), terungkap alasan pelaku Harianto memutilasi korbannya.
Diketahui bahwa mutilasi jasad korban Bayu Santoso dilakukan sendiri oleh Harianto.
Hal itu dilakukannya karena bingung saat akan membuang jasad korban. Ia pun tak sanggup mengangkatnya sendiri.
Baca: Peragakan 42 Adegan, Begini Cara Pelaku Mutilasi di Rupat Habisi Nyawa Korbannya
Baca: Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi di Rupat Utara diduga Sindikat Bandar Narkoba
Sementara dua temannya yakni Gondrong dan Ali Akbar yang telibat dalam aksi tersebut sudah lari duluan setelah nyawa korban dihabisi.
Harionto berusaha menelepon dua temannya itu untuk membantu membuang jasad korban. Namun telepon keduanya tak aktif.
"Saya sudah coba telpon ternyata tidak aktif lagi nomor mereka berdua. Kemudian baru terpikir untuk memotong jasad korban," katanya disela-sela pra rekontruksi.
Potongan tubuh tersebut dimasukan dalam koper berwarna yang dimasukan ke dalam drum.
Baca: 3 Orang Ini Memutilasi Teman Sendiri Menjadi 13 Potongan Tubuh
Selain Harianto, dalam pra rekonstruksi tersebut, pihak Polres Bengkalis juga menghadirkan Gondrong dan Ali Akbar.
Dalam pra rekontruksi tersebut banyak adegan yang ditunjukkan Harianto melibatkan kedua rekannya. Namun keduanya membantah.
Terutama saat penyerahan pisau kepada Gondrong sebelum korban Bayu Santoso datang ke ruko biliard.
Ruko ini merupakan tempat pelaku menghabisi nyawa korbannya yang sebelumnya sudah mereka rencanakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/rekontruksi-mutilasi-rupat_20170410_213555.jpg)