Siak

Langit Perawang Kian Menghitam, LMR Gelar Petisi Boikot Produk PT IKPP

Banyaknya cerobong asap pabrik PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) membuang semburannya berdampak terhadap masyarakat kota Perawang.

Langit Perawang Kian Menghitam, LMR Gelar Petisi Boikot Produk PT IKPP - cerobong-asap-pabrik-pt-ikpp-indah-kita_20170416_184656.jpg
Tribun Pekanbaru/Mayonal putra
Cerobong asap pabrik PT IKPP menyemburkan asap hitam, yang menghalangi cahaya matahari pagi. Warga Perawang protes kepada perusahaan akibat asap tersebut.
Langit Perawang Kian Menghitam, LMR Gelar Petisi Boikot Produk PT IKPP - cerobong-asap-pabrik-pt-ikpp-indah-kita_20170416_185208.jpg
Tribun Pekanbaru/Mayonal putra
Cerobong asap pabrik PT IKPP menyemburkan asap hitam, yang menghalangi cahaya matahari pagi. Warga Perawang protes kepada perusahaan akibat asap tersebut.

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Banyaknya cerobong asap pabrik PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) membuang semburannya berdampak terhadap masyarakat kota Perawang. Selain itu, langit kota industri itu kian menghitam.

Protes demi protes sudah sering dilakukan warga. Saat ini, Laskar Melayu Rembuk (LMR) kabupaten Siak yang memang bermarkas di Perawang menginisiasi protes lanjutan. Adapun tuntutan mereka "kembalikan cahaya matahari terbit, atau pindahkan pabrik PT IKPP". Tuntutan seperti slogan itu dipasang di mana-mana dan disiarkan di beragam media sosial.

Mereka juga memprotes penambahan areal pabrik dan pembangunan unit-unit kerja pabrik, yang berdekatan dengan pemukiman warga. Sementara Pemkab Siak juga belum bergerak untuk menginformasikan jarak aman pabrik dengan pemukiman, tingkat polusi udara, serta limbah -limbah yang tidak terkelola dengan baik.

"Kami sangat merasakan dampak polusi udara yang disebabkan pabrik. Kami mendukung penuh aksi protes yang digawangi LMR. Ini untuk kemaslahatan," kata warga yang bermukim di Perawang, Syadra, Minggu (16/4/2017).

Sementara itu, Panglima Muda LMR Siak Firdaus, ST mengungkapkan, pihaknya tidak bisa menghentikan begitu saja protes yang sudah dilayangkan. Selain berencana mengulang aksi di pintu pabrik, pihaknya juga menggelar petisi agar konsumen perusahaan itu memboikot produksi PT IKPP, sebab tidak ramah lingkungan.

"Hingga hari ini sudah 88 orang yang menandatangani petisi yang kami gelar. Ini akan terus bertambah agar seluruh pengguna produk IKPP mendengar suara kami di Perawang," kata Firdaus.

Ia mengatakan, jika sudah 100 orang yang menandatangani petisi itu, pihaknya langsung nenyerahkan ke Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, serta presiden Joko Widodo.

"Pembangunan M21 dan M24 berupa pembangkit tenaga uap dengan bahan bakar batubara amat menyengsarakan warga Pinang Sebatang Timur. Serbuk hitam bak musim salju menimpa hamparan pemukiman di sana," kata dia.

Udara yang secara kasat mata itu juga sudah merusak atap rumah, apalagi paru-paru masyarakat yang menghirupnya. Sementara perusahaan tidak memberikan santunan kesehatan terhadap warga terdampak.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved