Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pria Ini Minta Para Tahanan di Penjara Diberi Boneka Seks Supaya Perilakunya Lebih Baik

Ia menyebutkan benda itu akan mengurangi rasa frustasi dan membantu tahanan untuk tidak agresif serta mampu berperilaku lebih baik.

Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
Internet
Boneka seks 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang tahanan di Inggris meminta agar para narapidana boleh mendapat boneka seks di penjara.

Menurutnya hal itu berguna dalam memperbaiki perilaku para tahanan.

Dilansir Daily Mail, imbauan ini disampaikan oleh seorang penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Nottinghamshire, Inggris.

Dia adalah Jack Swarez yang ditahan di HMP Lowdham Grange.

Pria itu dijatuhi hukuman penjara 17 tahun pada 2012 karena terbukti sebagai pengedar Narkoba.

Ide boneka seks ini muncul setelah dia menonton tayangan Sex Toy Secret di Channel 4.

Pria itu kemudian mengirimkan tulisan ke Inside Time, majalah tahanan.

Dalam tulisannya pria itu mengungkapkan pembelaan terhadap idenya.

"Masalahnya, penjara-penjara kita dihuni pria-pria muda dengan testosterone (hormon seksual pria), yang tak akan ragu melakukan apapun untuk mendapat sedikit kesenangan. Rasa frustasi pada situasi ini tak dapat dihindari, menyebabkan pria-pria muda ini gelisah dan ingin berbuat kerusakan," jelas Swarez.

Ia menambahkan, pemberian boneka-boneka seks dapat membantu mengurangi masalah tersebut. Benda itu akan mengurangi rasa frustasi dan membantu tahanan untuk tidak agresif serta mampu berperilaku lebih baik.

Dilaporkan Mirror, Inggris adalah satu dari beberapa negara yang tidak memperbolehkan conjugal visit, kunjungan dari pasangan di kamar yang bersifat 'pibadi.'

"Ide ini muncul ketika saya menonton dokumenter di Channel 4 yang memperlihatkan pria-pria dewasa yang hidup dengan boneka karet. Saya perhatikan semua pria itu tampak bahagia dari bebas stres," paparnya.

Swarez menyebutkan boneka seks juga dapat menjadi teman tahanan. Benda itu bisa digunakan kala mendengar musik, menonton dan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan bersama pasangan.

Pria itu menyarankan agar boneka yang diberikan adalah yang ditiup secara manual. Jadi bisa dilipat dan kembali ditiup bila diperlukan.

"Semua tahanan yang harus berhenti merokok karena larangan, secara otomatis benda ini akan melatih paru-paru mereka. Sehingga bisa membantu memperbaiki kerusakan paru-paru yang disebabkan asap rokok. Ini situasi sama-sama menguntungkan!" katanya.

Menurut Swarez idenya itu tidak akan membebani pembayar pajak karena dia yakin para tahanan itu juga tak akan berpikir dua kali mengeluarkan uang membeli sendiri boneka seks.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved