Breaking News:

Kampar

Kampar Masih Butuh 90.000 Blanko e-KTP

Angka ini adalah perkiraan total sisa kekurangan blanko berdasarkan jumlah penduduk wajib Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Sesri
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Koalisi berbagai LSM menunjukan e-KTP di depan Gedung Komisi Pemberantas Korupsi, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu(12/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kabupaten Kampar masih membutuhkan sekitar 90.000 blanko KTP Elektronik.

Angka ini adalah perkiraan total sisa kekurangan blanko berdasarkan jumlah penduduk wajib Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kampar, Zamzamir mengungkapkan, tercatat sekitar 80.000 penduduk Kampar belum melakukan perekaman. Sedangkan penduduk yang telah melakukan perekaman, namun belum menerima e-KTP sekitar 18.000 jiwa.

Ini artinya, Disdukcapil Kampar menerbitkan 18.000 lembar Surat Keterangan telah terekam e-KTP. Zamzamir menjelaskan, 10.000 keping e-KTP di antaranya siap diterbitkan.

"Kita telah menerima 10.000 blanko (e-KTP) pekan lalu. Staf yang langsung menjemput ke Kemendagri," ujar Zamzamir, Rabu (10/5/2017).

Ia menambahkan, Kampar masih kekurangan sekitar 8.000 blanko e-KTP bagi penduduk yang telah melakukan perekaman.

Berdasarkan data ini, Kampar masih butuh sekitar 90.000 blanko lagi untuk merampungkan program nasional wajib e-KTP. Penjumlahan penduduk yang belum melakukan perekaman sebanyak 80.000 jiwa dengan penduduk yang telah melakukan perekaman namun blanko belum tersedia sebanyak 8.000 jiwa.

"Masih kurang sekitar 90.000-an blanko lah," ungkap Zamzamir. Menurut dia, proses perekaman data tetap berjalan. Meski pengiriman blanko dari Kemendagri bertahap dengan waktu yang tidak ditentukan.

Zamzamir mengimbau penduduk yang wajib KTP melakukan perekaman. Ia berharap, masyarakat memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum batas perekaman data habis.

Batas waktu perekaman data diperpanjang. Terakhir, Menteri Dalam Negeri menetapkan batas perekaman hingga pertengahan 2017 ini. (*)

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved