Akun Facebook Palsu Minta Pulsa, Staf Kadis PUPR Kampar Tertipu Rp 500 Ribu

Modus pelaku yang mengatasnamakan akun Indra yakni dengan mengirim pesan meminta pulsa telepon seluler

Akun Facebook Palsu Minta Pulsa, Staf Kadis PUPR Kampar Tertipu Rp 500 Ribu
ilustrasi/net
SMS penipuan

TRIBUNPEKANBARU.COM , BANGKINANG - Kasus penipuan di dunia maya mulai menyusup ke lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Bahkan telah memakan korban. Kejahatan dunia maya ini dialami Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kampar, Indra Pomi.

Pelaku menjiplak akun Facebook milik pribadi Indra, "Indra Pomi". Tampilannya dibuat sama persis. Baik nama akun maupun gambar profilnya. Ulah pelaku memakan korban yang tak lain adalah staf Indra di kantornya.

Modus pelaku yang mengatasnamakan akun Indra yakni dengan mengirim pesan meminta pulsa telepon seluler salah satu perusahaan penyedia (provider). Pesan dikirim melalui percakapan instan akun Facebook milik staf itu, Jumat (12/5/2017).

"Staf saya sampai tertipu. Ngirim pulsa 500.000. Mungkin karna segan, dikirimnyalah," ungkap Indra, Jumat sore. Ia menjelaskan, ulah pelaku baru diketahui setelah staf itu melapor. "Pak, pulsanya sudah saya kirim, ya," ujar Indra menirukan laporan stafnya usai mengirim pulsa.

Mendengar laporan stafnya, Indra kaget dan menanyakan alasan stafnya mengirim pulsa. Sebab ia merasa tidak pernah meminta pulsa. Stafnya menjawab, pulsa diminta melalui percakapan instan Facebook.
Hingga berita ini diturunkan, Indra sibuk menerima telepon dari sahabat dan rekan sekerjanya untuk mengkonfirmasi permintaan pulsa tersebut. Modus pelaku sama dengan yang dialami bawahannya.
Menurut Indra, pesan minta pulsa dikirim kepada sejumlah daftar teman akun asli miliknya. Diduga pelaku meminta pertemanan ke daftar teman akun aslinya terlebih dahulu. Setelah permintaan diterima, pelaku pun mulai melakukan aksinya.
"Nggak tau sudah berapa ketipu ini. Dari tadi, senior-senior saya, teman sudah pada nelfon. Memang mereka (yang menghubunginya) nggak percaya. Tapi nggak tau yang lain. Mudah-mudahan hanya staf saya itu," tutur Indra.

Pelaku mengirim dua nomor seluler untuk diisikan pulsanya. Pelaku beralasan nomor itu milik tamunya. Penerima pesan dikelabui dengan menyebut permintaan itu penting, sementara dirinya sedang berada di lokasi dimana tidak ditemukan tempat pengisian pulsa.
"Saya sudah sampaikan, akun itu palsu," tegas Indra. Ia masih mempertimbangkan pelaku dilaporkan ke pihak kepolisian. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved